RSS

Tugas ke 3 Kesehatan mental

A. Pengertian Introvert dan ekstrovert

Konsep tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pertama sekali dikemukakan oleh Carl Gustaf Jung. Jung (dalam Suryabrata, 1998) mengungkapkan konsep jiwa sebagai dasar pembagian tipe kepribadian.

Konsep sikap jiwa dijelaskan sebagai arah daripada energi psikis umum atau libido yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. Arah aktivitas energi psikis itu dapat ke luar ataupun ke dalam, dan arah orientasi manusia terhadap dirinya, dapat keluar ataupun ke dalam. Jadi, berdasarkan sikap jiwa tersebut manusia digolongkan jadi dua tipe yaitu: manusia yang bertipe introvert dan manusia yang bertipe ekstrovert.

Jung mendefinisikan tipe kepribadian introvert sebagai berikut: “Introversion is an attitude of psyche characterized by an orientation toward one’s own thoughts and feeling….when we say people are introver, we mean they are withdrawn and often shy and they tend to focus on themselves” (dalam Schultz dan Schultz, 1993).

Individu tipe kepribadian introvert terutama dipengaruhi oleh dunia subjektifnya, yaitu dunia di dalam dirinya sendiri. Orientasinya terutama tertuju ke dalam: pikiran, perasaan, serta tindakan-tindakannya terutama ditentukan faktor-faktor subjektif. Penyesuaian dengan dunia luar kurang baik; jiwanya tertutup, sukar bergaul sukar berhubungan dengan orang lain, kurang dapat menarik hati orang lain (dalam Suryabrata, 1998).

Tipe kepribadian introvert bertolak belakang dengan tipe kepribadian ekstrovert, dimana Jung mengartikan tipe kepribadian ekstrovert sebagai berikut: “Extraversion is an attitude of psyche characterized by an orientation toward the external world and other people…..Extraverts are more open, sociable, and socially assertive” (dalam Schultz dan Schultz, 1993).

Individu yang tipe kepribadian ekstrovert terutama dipengaruhi oleh dunia objektif, yaitu dunia di luar dirinya. Orientasinya terutama tertuju ke luar, pikiran, perasaan, serta tindakannya terutama ditentukan oleh lingkungannya baik lingkungan sosial maupun lingkungan non sosial. Individu bersikap positif terhadap masyarakatnya; lebih terbuka, mudah bergaul, hubungan dengan orang lain lancar (dalam Suryabrata, 1998).

Jung (dalam Suryabrata, 1998) menyatakan bahwa setiap orang memiliki kapasitas untuk kedua sikap tersebut, tetapi hanya satu yang dominan dan sadar dalam kepribadiannya, sedangkan yang lain kurang dominan dan tidak sadar. Apabila ego lebih bersifat ekstrovert dalam relasinya dengan dunia maka ketidaksadaran pribadinya akan bersifat introvert.

Menurut Jung (dalam Ambarita, 2004) tipe-tipe ini dapat kita jumpai pada semua lapisan masyarakat, baik laki-laki ataupun perempuan, pada orang dewasa ataupun anak-anak. Pendidikan, lingkungan, jenis kelamin atau umur tidak berpengaruh pada terjadinya tipe-tipe ini. Dikatakan juga bahwa dalam satu keluarga kedua tipe ini, introvert dan ekstrovert dapat ditemukan sekaligus.

Jadi sikap kedua tipe ini (kepribadian ekstrovert dan introvert) terhadap dunia luar atau lingkungan sekitarnya bukanlah sikap yang diambil dengan sadar dan sengaja. Sikap yang demikian harus kita anggap mempunyai sebab tak sadar dan instinktif atau lebih tegas lagi dapat dikatakan bahwa tipe ini dalam lapangan ilmu jiwa memiliki dasar biologis (dalam Ambarita, 2004).

Jung menganggap sikap manusia terhadap dunia luar itu sebagai suatu soal penyesuaian diri, sebab cara suatu tipe menyesuaikan diri dengan dunia luar akhirnya akan bergantung kepada pembawaan si anak itulah yang pertama- tama akan menentukan ke dalam tipe mana kelak ia masuk (apakah tipe kepribadian ekstrovert atau introvert). Pembawaan itu pula yang menentukan bagaimana anak itu akan menyesuaikan diri dengan dunia luar.

 B. Pengertian Kecakapan

Menurut Depdiknas (2003), kecakapan hidup (life skill) merupakan kecakapan yang harus dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problem hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. Adapun pengertian lainnya adalah „kecakapan hidup merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang dalam menjalani hidup dan kehidupannya dalam statusnya sebagai mahkluk individu dalam konteks alam sekitar‟ (Rudiyanto, 2003). Menurut Satori (2002), kecakapan hidup tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu saja (vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti membaca, menulis, menghitung, merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber-sumber daya, bekerja dalam tim atau kelompok, terus belajar di tempat bekerja, mempergunakan teknologi dan lain sebagainya.

DESKRIPSI KECAKAPAN HIDUP

Departemen Pendidikan Nasional (2003) membagi kecakapan hidup (life skill) menjadi dua macam yaitu :

1. Kecakapan Hidup Generik (General life skill, GLS)

Kecakapan hidup generik atau kecakapan yang bersifat umum, adalah kecakapan untuk menguasai dan memiliki konsep dasar keilmuan. Kecakapan hidup generik berfungsi sebagai landasan untuk belajar lebih lanjut dan bersifat transferable, sehingga memungkinkan untuk mempelajari kecakapan hidup lainnya. Kecakapan hidup generik terdiri dari :

a. Kecakapan Personal (Personal Skill), yang terdiri dari :

1) Kecakapan Mengenal Diri (Self-Awarness Skill)

Kecakapan mengenal diri meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, kesadaran akan eksistensi diri, dan kesadaran akan potensi diri. Kecakapan mengenal diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial, bagian dari lingkungan, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus meningkatkan diri agar bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Walaupun mengenal diri lebih merupakan sikap, namun diperlukan kecakapan untuk mewujudkannya dalam perilaku keseharian. Mengenal diri akan mendorong seseorang untuk beribadah sesuai agamanya, berlaku jujur, bekerja keras, disiplin, terpercaya, toleran terhadap sesama, suka menolong serta memelihara lingkungan. Sikap-sikap tersebut tidak hanya dapat dikembangkan melalui pelajaran agama dan kewarganegaraan, tetapi melalui pelajaran kimia sikap jujur (contoh : tidak memalsukan data hasil praktikum) dan disiplin (contoh : tepat waktu, taat aturan yang disepakati, dan tata tertib laboratorium) tetap dapat dikembangkan.

2) Kecakapan Berpikir (Thinking Skill)

Kecakapan berpikir merupakan kecakapan menggunakan pikiran atau rasio secara optimal. Kecakapan berpikir meliputi :

a) Kecakapan Menggali dan Menemukan Informasi (Information Searching)

Kecakapan menggali dan menemukan informasi memerlukan keterampilan dasar seperti membaca, menghitung, dan melakukan observasi. Dalam ilmu kimia, observasi melalui pengamatan sangat penting dan sering dilakukan.

b) Kecakapan Mengolah Informasi (Information Processing)

Informasi yang telah dikumpulkan harus diolah agar lebih bermakna. Mengolah informasi artinya memproses informasi tersebut menjadi suatu kesimpulan. Untuk memiliki kecakapan mengolah informasi ini diperlukan kemampuan membandingkan, membuat perhitungan tertentu, membuat analogi sampai membuat analisis sesuai informasi yang diperoleh.

c) Kecakapan Mengambil Keputusan (Decision Making)

Setelah informasi diolah menjadi suatu kesimpulan, tahap berikutnya adalah pengambilan keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang selalu dituntut untuk membuat keputusan betapun kecilnya keputusan tersebut.

Karena itu siswa perlu belajar mengambil keputusan dan menangani resiko dari pengambilan keputusan tersebut.

d) Kecakapan Memecahkan Masalsah (Creative Problem Solving Skill)

Pemecahan masalah yang baik tentu berdasarkan informasi yang cukup dan telah diolah. Siswa perlu belajar memecahkan masalah sesuai dengan tingkat berpikirnya sejak dini. Selanjutnya untuk memecahkan masalah ini dituntut kemampuan berpikir rasional, berpikir kreatif, berpikir alternatif, berpikir sistem dan sebagainya. Karena itu pola-pola berpikir tersebut perlu dikembangkan di sekolah, dan selanjutnya diaplikasikan dalam bentuk pemecahan masalah.

b. Kecakapan Sosial (Social Skill)

Kecakapan sosial disebut juga kecakapan antar-personal (inter-personal skill), yang terdiri atas :

1) Kecakapan Berkomunikasi

Yang dimaksud berkomunikasi bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi komunikasi dengan empati. Menurut Depdiknas (2002) : empati, sikap penuh pengertian, dan seni komunikasi dua arah perlu dikembangkan dalam keterampilan berkomunikasi agar isi pesannya sampai dan disertai kesan baik yang dapat menumbuhkan hubungan harmonis. Berkomunikasi dapat melalui lisan atau tulisan. Untuk komunikasi lisan, kemampuan mendengarkan dan menyampaikan gagasan secara lisan perlu dikembangkan. Berkomunikasi lisan dengan empati berarti kecakapan memilih kata dan kalimat yang mudah dimengerti oleh lawan bicara. Kecakapan ini sangat penting dan perlu ditumbuhkan dalam pendidikan. Berkomunikasi melalui tulisan juga merupakan hal yang sangat penting dan sudah menjadi kebutuhan hidup. Kecakapan menuangkan gagasan melalui tulisan yang mudah dipahami orang lain, merupakan salah satu contoh dari kecakapan berkomunikasi tulisan

2) Kecakapan Bekerjasama (Collaboration Skill)

Sebagai makhluk sosial, dalam kehidupan sehari-hari manusia akan selalu memerlukan dan bekerjasama dengan manusia lain. Kecakapan bekerjasama bukan sekedar “bekerja bersama” tetapi kerjasama yang disertai dengan saling pengertian, saling menghargai, dan saling membantu. Kecakapan ini dapat

dikembangkan dalam semua mata pelajaran, misalnya mengerjakan tugas kelompok, karyawisata, maupun bentuk kegiatan lainnya.

2. Kecakapan Hidup Spesifik (Specific life skill, SLS)

Kecakapan hidup spesifik terkait dengan bidang pekerjaan (occupational) atau bidang kejuruan (vocational) tertentu. Jadi kecakapan hidup spesifik diperlukan seseorang untuk menghadapi masalah bidang tertentu. Kecakapan hidup spesifik ini meliputi :

a. Kecakapan Akademik (Academic Skill)

Kecakapan akademik disebut juga kecakapan intelektual atau kemampuan berpikir ilmiah dan merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir. Kecakapan akademik sudah mengarah ke kegiatan yang bersifat akademik atau keilmuan. Kecakapan ini penting bagi orang yang menekuni bidang pekerjaan yang menekankan pada kecakapan berpikir. Oleh karena itu kecakapan ini harus mendapatkan penekanan mulai jenjang SMA dan terlebih pada program akademik di universitas. Kecakapan akademik ini meliputi antara lain kecakapan :

 mengidentifikasi variabel,

 menjelaskan hubungan variabel-variabel

 merumuskan hipotesis

 merancang dan melakukan percobaan

b. Kecakapan Vokasional / Kejuruan (Vocational Skill)

Kecakapan vokasional disebut juga kecakapan kejuruan, yaitu kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan ini lebih cocok untuk siswa yang akan menekuni pekerjaan yang lebih mengandalkan keterampilan psikomotor. Jadi kecakapan ini lebih cocok bagi siswa SMK, kursus keterampilan atau program diploma. Kecakapan vokasional meliputi :

1) Kecakapan Vocasional Dasar (Basic Vocational Skill)

Yang termasuk kecakapan vokasional dasar antara lain : kecakapan melakukan gerak dasar, menggunakan alat sederhana, atau kecakapan membaca gambar.

2) Kecakapan Vocational Khusus (Occupational Skill)

Kecakapan ini memiliki prinsip dasar menghasilkan barang atau jasa. Sebagai contoh, kecakapan memperbaiki mobil bagi yang menekuni bidang otomotif dan meracik bumbu bagi yang menekuni bidang tata boga.

C. Nilai dan kebutuhan (Sosialisasi,adaptasi dan internalisasi)

1. Sosialisasi

Peter L. Berger mencatat adanya perbedaan penting antara manusia dengan makhluk lain. Berbeda dengan makhluk lain yang seluruh perilakunya dikendalikan oleh naluri yang diperoleh sejak awal hidupnya. Sementara hewan tidak perlu menentukan misalnya apa yang harus dimakannya karena hal itu sudah diatur naluri; manusia harus memutuskan apa yang harus dimakannya dan kebiasannya yang harus selalu ditegakkannya. (Sunarto, 1993:27). Karena keputusan yang diambil suatu kelompok dapat berbeda dengan kelompok lain, maka kemudian dijumpai keanekaragaman kebiasaan dalam soal makanan. Ada kelompok yang makanan pokoknya nasi, roti, sagu, jagung. Kalau hewan berjenis kelamin berlainan dapat saling berhubungan karena naluri, sementara manusia mengembangkan kebiasaan mengenai hubungan laki-laki dan perempuan. Kebiasaan yang berkembang dalam tiap kelompok tersebut kemudian menghasilkan berbagai macam sistem pernikahan yang berbeda satu sama lain. Kemudian keseluruhan kebiasaan yang dipunyai manusia tersebut, baik dalam bidang ekonomi, kekeluargaan, pendidikan, agama, politik dan sebagainya haris dipelajari oleh setiap anggota baru suatu masyarakat melalui suatu proses yang dinamakan sosialisasi.

2. Adaptasi

Ada beberapa pengertian tentang mekanisme penyesuaian diri, antara lain:
a. W.A. Gerungan (1996) menyebutkan bahwa “Penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri)”.
Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan sifatnya pasif (autoplastis), misalnya seorang bidan desa harus dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat desa tempat is bertugas.

Sebaliknya, apabila individu berusaha untuk mengubah lingkungan sesuai dengan keinginan diri, sifatnya adalah aktif (alloplastis), misalnya seorang bidan desa ingin mengubah perilaku ibu-ibu di desa untuk meneteki bayi sesuai dengan manajemen laktasi.
b. Menurut Soeharto Heerdjan (1987), “Penyesuaian diri adalah usaha atau perilaku yang tujuannya mengatasi kesulitan dan hambatan”.

Adaptasi merupakan pertahanan yang didapat sejak lahir atau diperoleh karena belajar dari pengalaman untuk mengatasi stres. Cara mengatasi stres dapat berupa membatasi tempat terjadinya stres, mengurangi, atau menetralisasi pengaruhnya.

Adaptasi adalah suatu cara penyesuaian yang berorientasi pada togas (task oriented).

Tujuan Adaptasi
a. Menghadapi tuntutan keadaan secara sadar.
b. Menghadapi tuntutan keadaan secara realistik.
c. Menghadapi tuntutan keadaan secara objektif.
d. Menghadapi tuntutan keadaan secara rasional.

Cara yang ditempuh dapat bersifat terbuka maupun tertutup, antara lain:
a. Menghadapi tuntutan secara frontal (terang-terangan).
b. Regresi (menarik diri) atau tidak mau tahu sama sekali.
c. Kompromi (kesepakatan).

Contoh:
Seorang mahasiswa gagal dalam ujian akhir program, mungkin is akan bekerja keras (terang-terangan), regresi dengan keluar dari pendidikan, serta mungkin mau mengulang lagi dengan berusaha semampunya (kompromi).

3. Internalisasi

a. Secara epistimologi Internalisasi berasal dari kata intern atau kata internal yang berarti bagian dalam atau di dalam. Sedangkan internalisasi berarti penghayatan (Peter and Yeni, 1991: 576).

b. Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002: 439). 

c. Internalisasi adalah pengaturan kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan nilai-nilai, patokan-patokan ide atau praktek-praktek dari orang-orang lain menjadi bagian dari diri sendiri (Kartono, 2000: 236).

2. Nilai
a. Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang berguna penting bagi kemanusiaan (DEPDIKBUD, 1998; 25).

b. Sedangkan menurut Soekamto (Soekamto, 1981; 25), nilai adalah sesuatu yang dapat dijadikan sasaran untuk mencapai tujuan yang menjadi sifat keseluruhan tatanan yang terdiri dari dua atau lebih dari komponen yang satu sama lainnya saling mempengaruhi atau bekerja dalam satu kesatuan atau keterpaduan yang bulat dan berorientasi kepada nilai dan moralitas Islami.

 

c. Nilai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002; 783) berarti harga, angka kepandaian, banya sedikitnya isi atau sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakekatnya.

d. Nilai adalah suatu pola normatif, yang menentukan tingkahlaku yang diinginkan bagi suatu sistem yang ada kaitannya, dengan lingkungan sekitar tanpa membedakan fungsi-fungsinya (Kartawisastra, dkk vol. 5, 1980; 1). 

Jadi internalisasi nilai-nilai adalah sebuah proses atau cara menanamkan nilai-nilai normatif yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang mendidik sesuai dengan tuntunan Islam menuju terbentuknya kepribadian muslim yang berakhlak mulia
.
D. Reaksi stress: Flight or Fight

Stres adalah reaksi fisik dan psikologis tubuh anda terhadap kejadian-kejadian yang mengganggu keseimbangan hidup anda. Sebuah stresor adalah kondisi atau kejadian apapun yang dapat menyebabkan anda mengalami stres. Cara kerja stres sebenarnya cukup simpel. Ketika anda dihadapkan pada sebuah ancaman, baik yang sifatnya fisik maupun psikologis, tubuh anda akan mencoba bertahan dengan memberikan sebuah reaksi yang cepat dan otomatis. Reaksi ini dikenal sebagai fight or flight. Anda semua tahu bagaimana rasanya reaksi ini:  jantung anda berdebar-debar, otot-otot anda menegang, nafas anda menjadi lebih cepat, dan tiap indera tubuh anda menjadi lebih tajam dari biasanya.

Reaksi fight or flight melibatkan banyak perubahan biologis yang menyiapkan anda untuk bertindak darurat. Ketika anda merasakan bahaya, sebuah bagian kecil dari otak anda, yaitu bagian hypothalamus, akan melepaskan sebuah peringatan kimiawi ke dalam tubuh anda. Sistem saraf anda menanggapi peringatan tersebut dengan membanjiri tubuh anda dengan hormon-hormon yang berhubungan dengan stres, seperti adrenalin, epinephrine, dan cortisol. Hormon-hormon tersebut menyebar ke dalam tubuh anda, dan mempersiapkannya untuk menghindari atau melawan bahaya yang anda rasakan. Detak jantung dan aliran darah menuju otot anda bertambah, sehingga anda dapat berlari lebih cepat atau melawan dengan lebih keras. Pembuluh darah di bawah kulit anda menyempit untuk mencegah anda kehilangan darah bila anda terluka. Pupil mata anda melebar sehingga anda dapat melihat lebih jelas. Kadar gula darah anda meningkat, sehingga tenaga dan kecepatan reaksi anda bertambah. Pada saat yang bersamaan, fungsi-fungsi tubuh anda yang tidak diperlukan dalam keadaan tersebut akan diperlambat. Sistem pencernaan dan reproduktif anda dipelankan, hormon-hormon pertumbuhan anda dimatikan, dan sistem kekebalan tubuh anda dihambat.

Sebenarnya, stres dan reaksi tubuh anda terhadap stres berfungsi untuk melindungi dan mendukung diri anda. Reaksi stres inilah yang membantu manusia-manusia purba untuk bertahan dari situasi hidup atau mati yang sering kali mereka alami. Tetapi, dalam dunia modern, kebanyakan stres yang anda alami merupakan respon terhadap ancaman yang bersifat psikologis, bukan fisik. Baik terjebak macet, maupun terlambat datang kuliah merupakan stresor. Tetapi, keduanya sebenarnya tidak membutuhkan reaksi fight or flight. Anda tidak harus melawan mobil-mobil lain yang menghalangi anda, atau melarikan diri dari dosen yang tidak mau mengabsen anda, bukan? Masalahnya, tubuh anda tidak dapat membedakan sifat dari ancaman yang anda alami. Tanpa mempedulikan apakah anda stres karena deadline suatu pekerjaan semakin dekat, pertengkaran dengan seorang teman, atau kesal karena tidak memiliki uang, bel peringatan tubuh anda akan berbunyi. Lalu, seperti sebuah manusia purba yang berhadapan dengan sebuah macan, tubuh anda akan memberikan reaksi fight or flight.

Bila anda memiliki banyak tanggung jawab dan beban pikiran, mungkin anda mengalami stres pada sebagian besar hidup anda. Tubuh anda mungkin memberikan reaksi stres setiap kali anda terjebak macet, setiap kali handphoneanda berdering, atau setiap kali anda mendengar berita buruk di televisi. Masalahnya, semakin sering dinyalakan, reaksi stres anda menjadi semakin sulit untuk dimatikan. Dengan kata lain, ketika ancaman yang anda alami sudah lewat, tingkat hormon stres, detak jantung, dan kadar gula darah anda tetap tinggi. Terlebih lagi, aktifasi reaksi stres yang berlebihan dan berkepanjangan memiliki dampak yang kurang baik terhadap tubuh. Stres yang berlebihan meningkatkan kemungkinan anda untuk mengalami berbagai masalah kesehatan fisik dan psikologis, seperti serangan jantung, obesitas, kecemasan yang berlebihan, depresi, dan gangguan ingatan. Bila tidak ditangani, stres yang berlebihan juga dapat menyebabkan kematian.

Hans Selye dalam Girdano (2005) mengatakan bahwa terdapat dua jenis stres, yaitu eustress dan distress. Eustressadalah semua bentuk stres yang mendorong tubuh anda untuk beradaptasi dan meningkatkan kemampuan anda untuk beradaptasi. Ketika tubuh anda mampu menggunakan stres yang anda alami untuk membantu anda melewati sebuah hambatan dan meningkatkan performa anda, stres tersebut bersifat positif, sehat, dan menantang. Di sisi lain, distress adalah semua bentuk stres yang melebihi kemampuan anda untuk mengatasinya, membebani tubuh, dan menyebabkan masalah fisik atau psikologis. Ketika seseorang mengalami distress, orang tersebut akan cenderung bereaksi secara berlebihan, bingung, dan tidak dapat berperforma secara maksimal. Performa anda akan optimal saat tingkat eustress dan distress anda kurang lebih seimbang.

E. Teknik penenangan pikiran

1. Meditasi

Pada awalnya meditasi adalah nama generik yang diberikan untuk belajar agama di daerah Timur. Tujuan utama dalam meditasi (a) perenungan dan kebijaksanaan, (b) perubahan dalam kesadaran (c) relaksasi (L. Lichstein, 1988). Efek meditasi oleh banyak pakar diyakini membawa dampak positif bagi kehidupan manusia (Satiadarma, 1998). Dewasa ini meditasi digunakan dalam banyak hal. Ada yang melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. Istilah meditasi telah dikenal luas baik, baik dari pendekatan awam maupun ilmiah. Akan tetapi banyak orang yang belum memahami tentang meditasi itu sendiri. Berikut akan dikupas kajian mengenai meditasi

Kebanyakan orang mempersepsikan meditasi dengan ritual agama tertentu bahkan ada yang mengkaitkan perdukunan atau klenik. Walsh, Orntein, dan Maupin (dalam Subandi dkk, 2002) meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang, sehinga menambah kekayaan makna hidup baginya. Iskandar (2008) meditasi adalah latihan olah jiwa yang dapat menyeimbangkan fisik, emosi, mental, dan spiritual seseorang. Beberapa ahli memberikan istilah lain tentang meditasi (dalam P. Satiadarma, 1998) yaitu Visualisasi (Epstein, 1988; Fanning, 1988), relaksasi (Benson, 1975), mind-body healing (Rossi, 1988), dan Mind-body medicine (Goleman&Gurin, 1993).
 
2. Autogenik

Menurut weinberg, R.S. & Gould,D (1999), latihan autogenik merupakan satu latihan untuk menghasilkan dua bentuk sensasi yaitu hangat dan berat. pendapat Dr. Claude Brodeur, (2000) menyatakan bahwa latihan autogenik merupakan salah satu asas kepada latihan (Psychomatik) melalui kaedah sensasi.
Cox,R.H (1990), pula berpendapat latihan autogenik ini dapat melegakan perasaan dan anggota badan seperti tangan, kaki dan otot-otot pada tubuh badan dalam jangka waktu yang sama. Monty, P.Satiadarma (2000), menafsirkan autogenik sebagai salah satu latihan mental untuk menghasilkan dua bentuk sensasi hangat dan berat. terapi ini juga merupakan satu bentuk terapi untuk mereka yang menghadapi masalah psikologis. pendapat Dr.Shaharuddin Abd,Aziz (2000) dalam bukunya “mengaplikasi teori psikologi dalam sukan” menyatakan latihan autogenik ini merupakan satu bentuk latihan mental yang dirancang untung melahirkan kedua-dua sensasi hangat dan berat sebagai feedback kepada relaksasi. latihan ini hampir sama dengan latihan progresis karena kedua-duanya menghasilkan feedback kepada otot. cuma yang membedakan kedua latihan ini adalah fokus prosedur relaksasi yang memberi penerangan tentang rasa berat dan hangat.

3. Neuromuscular

Neuromuscular junction adalah tempat dalam tubuh tempat akson dari saraf motorik bertemu dengan otot dalam upaya transmisi sinyal dari otak yang memerintahkan otot untuk berkontraksi atau berrelaksasi.

Potensial aksi masuk ke serabut otot  melalui sinapsis antara serabut saraf dan otot (neuromuscular junction). Di dalam synaptic knob terdapat synaptic vesicles yang mengandung asetilcolin sebagai neurotransmitter. Pada saat ada sinyal dari otak untuk berkontraksi, vesicles berisi neurotransmitter melebur ke membran synaptic melepas asetilcolin. Asetilcolin berdifusi melewati synaptic cleft dan diterima oleh molekul reseptornya yang berupa channel ion Na+ dalam membran sel serabut otot. Kombinasi keduanya membuka channel Na+ dan menyebabkan peningkatan permeabilitas membran sel terhadap ion Na+ dan menghasilkan influx Na+ dalam inisiasi serabut saraf pada potensial aksi serabut otot. Asetilcolin yang telah mempolarisasi serabut otot dan menghasilkan potensial aksi kemudian merambatkan potensial aksi tersebut hingga ke dalam tubula transversal. Di dalam sel otot, potensial aksi menginisiasi terlepasnya Ca2+ dari retikulum sarkoplasmik ke dalam sitoplasma. Ca2+ memulai peluncuran filamen dengan memicu pengikatan miosisn ke aktin. Ototpun berkontraksi. Asetilcolin kemudian dilepas ke synaptic cleft dan serabut otot dan dihancurkan dengan bantuan enzim asetilcolineterase. Enzim ini menghancurkan struktur satu aksi potensi dalam sel saraf.

JENIS KONTRAKSI

1.   Kontraksi isometrik : otot tidak dapat memendek, ketegangan berubah atau meningkat selama kontraksi tanpa adanya perubahan panjang otot, merespon panjang yang konstan dari postural otot pada tubuh.  Contoh: pergerakan otot bagian punggung.

2.   Kontraksi isotonik : ketegangan konstan pada jumlah tertentu, panjang otot berubah atau memendek. Contoh: pergerakan tangan atau jari (dominan isotonik).

ALL OR NONE CONTRACTION

Tingkat kekuatan tegangan yang dapat dimodulasi oleh sebuah unit motorik dalam all or none contraction sangat kecil. Hal ini terjadi karena tidak adanya gradasi dari ketidakaktivan dan permulaan kontraksi otot. Pada vertebrata, masalah dalam meningkatkan tegangan otot keseluruhan secara bergradasi diselesaikan dengan merekrut motorik aktif dalam jumlah banyak dan menvariasikan frekuensi rata-rata pengaktifan salah satu atau beberapa populasi motorik untuk menghasilkan tegangan.

GRADING CONTRACTION

Sistem saraf arthopoda terdiri dari jumlah neuron yang relatif sedikit dan sebagian kecil motorik yang menyelesaikan kontraksi baik lemah maupun kuat tanpa motorik lain. Selanjutnya, otot yang banyak pada arthopoda yang tidak memproduksi potensial aksi, atau memproduksi potensial aksi atau memproduksi hanya dalam respon terhadap input sinapsis pada ujung saraf tertentu. Pada otot motorik vertebrata, kontraksi dikontrol dengan cara depolarisasi membran serabut otot yang tergradasi, tidak dengan cara mengontrol frekuensi potensial aksi otot.

 

F. Pengalaman Eustress & Distress

 

1. Eustress

Eustress adalah stress positif yang terjadi ketika tingkatan stress cukup tinggi untuk memotivasi agar bertindak untuk mencapai sesuatu. Esustress adalah stress yang baik yang menguntungkan kesehatan seperti latihan fisik dan mencapai promosi.

Contoh : Saya mengalami Eustress apabila terlalu banyak tugas dengan deadline yang sangat dekat, itu mendorong saya untuk bekerja lebih giat tanpa saya sadari. contohnya tugas ini.

2. Distress

Distress atau stress negatif terjadi ketika tingkatan stress terlalu tinggi dan terlalu rendah dan tubuh dan pikiran mulai menanggapi stressor dengan negatif. distress di lain pihak merupakan stress yang mengganggu kesehatan dan sering menyebabkan ketidak seimbangan antara tuntuta stress dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan. dengan demikian penanganan stress dapat meningkatkan motivasi dan stimulus. apabila kita memiliki kemampuan untuk memenuhi tuntutan lingkungan, kita dapat menggunakan stress dengan cara yang efektif.

Contoh : Stress yang satu ini saya alami saat terlalu banyak masalah dan pikiran yang tidak terselesaikan yang pada akhirnya membuat saya menjadi pusing dan badmood. itu juga berpengaruh kepada kesehatan saya yang menjadi lemah.

 
Leave a comment

Posted by on June 8, 2013 in Uncategorized

 

Tugas Kesmen ke 2

A.     Behaviorisme

Aliran ini diprakarsai oleh John B. Watson (1879-1958) yang lama di Universitas Johns Hopkins. Watson menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi dan bersikeras bahwa psikologi dibatasi pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi (atau secara potensial dapat diobservasi). Aliran perilaku mempunyai 3 Ciri penting:

  1. Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen-elemen atau bangunan perilaku.
  2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari daripada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecendrungan-kecendrungan perilaku bawaan.
  3. Ciri ketiga behaviorisme difokuskan pada perilaku binatang. Menurut Watson, tidak ada perbedaan esensial antara perilaku manusia dan perilaku binatang dan bahwa kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.

B.     Psikoanalisis

Aliran ini ditemukan di Vienna, Austria oleh psikiatris Sigmund Freud (1856-1938). Selama prakteknya dengan pasien neurotik, Freud mengembangkan suatu teori perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculam dalam perilaku dan pikiran. Titik penting dari keinginan dan dorongan ini, menurut teori pikoanalisa, adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual, dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari”/ (Unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.

C.     Gestalt

Sekolah psikologi ini didirikan di Jerman tahun 1912 oleh Max Wertheimer (1880-1994). Ahli psikologi ini merasa bahwa strukturalis terlalu kuat dalam memikirkan tentang mind (pikiran) yang dibangun dari dasar-dasar sederhana. Kata Jerman “gestalt” berarti “bentuk” atau “konfigurasi”, dan ahli psikologi menyebutkan bahwa “pikiran” adalah pola menyeluruh dari aktivitas sensori dan hubungannya dan pengorganisasian dalam pola tersebut. Contohnya: kita mengenali suatu nada ketika nada itu dialihkan ke kunci lain. Elemem telah diubah, tapi pola hubungan tetap sama. Jadi, penekanan dari ahli psikologi Gestalt dalam melawan struktualis adalah bahwa elemen dan itu tidak hanya sekedar menggabungkan elemen-elemen. Dengan kata lain, menurut ahli psikologi Gestalt, pikiran paling baik dipahami dalam cara elemen-elemen itu diorganisasi.

D.    Fungsionalisme

Ahli fungsionalis seperti Jogn Dewey (1871-1954), James R.Angell (1869- 1949), dan harvey Carr (1873-1954) di Universitas Chicago berpendapat bahwa psikologi seharusnya mempelajari “apa yang dilakukan pikiran dan perilaku”. Khususnya, mereka tertarik dalam kenyataan bahwa pikiran dan perilaku itu adaptive. Mereka dapat secara individual menyesuaikan lingkungan yang berubah. Sebagai pengganti keterbatasan diri mereka sendiri dalam deskripsi dan analisis pikiran, ahli fungsionalis melakukan eksperimen dalam belajar, memori, pemecahan masalah, dan motivai. Membantu manusia dan binatang beradaptasi dengan lingkungannya. Jelasnya, seperti nama dari sekolahnya yaitu fungsionalis, ahli psikolgoi mempelajari fungsi pikiran dan perilaku.

E.     Humanistik

Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah. Aliran ini biasa disebut mazhab ketiga setelah Psikoanalisa dan Behaviorisme. Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit, bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat. Salah satu bagian dari humanistic adalah logoterapi. Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Pandangan ini berprinsip:

  1. Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.
  2. Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.
  3. Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.

Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II, di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda, yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya. Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ, yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini:

  1. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.
  2. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya.
  3. Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.
  4. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.
  5. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik, ke luar suka dan duka kita, ke luar dari diri kita sekarang). Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita

Daftar Pustaka

  Prabowo, H. 1996. Psikologi Umum I. Jakarta: Universita Gunadarma Misiak, Henryk and Virginia Staudt Sexton, Ph.D. 1988 .Psikologi Fenomenologi Eksistensial dan Humanistik : Suatu Survai Historis. Bandung : PT Eresco

 
Leave a comment

Posted by on May 2, 2013 in Uncategorized

 

Kesehatan Mental 1

Tugas I

A. Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) (Mujib dan Mudzakir, 2001)

Sedangkan menurut Zakiyah (1975), Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan antara fungsi-fungsi jiwa, serta kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.

B. Karakteristik kepribadian yang sehat

            Menurut Syamsu Yusuf (2004), Karakteristik pribadi yang sehat mentalnya secara psikologi diantaranya yaitu:

  1. Respek terhadap diri sendiri dan orang lain
  2. Memiliki insight dan rasa humor
  3. Memiliki respons emosional yang wajar
  4. Mampu berpikir realistic dan objektif
  5. Terhindar dari gangguan psikologis
  6. Bersifat kreatif dan inovatif
  7. Bersifat terbuka dan fleksibel, tidak defensive
  8. Memiliki perasaan bebas (Sense of freedom)

Kesehatan mental dilihat dari beberapa dimensi.

Ada beberapa dimensi pada kesehatan mental diantaranya dimensi Emosi, sosial, fisik,intelektual dan spiritual.

  1. Dimensi Emosi

Sebuah perasaan kesejahteraan yang positif yang mana memungkinkan seorang individu untuk bisa berfungsi dalam masyarakat dan memenuhi tuntutan kehidupan sehari-hari. orang dengan kesehatan mental yang baik memiliki kemmapuan untuk pulih kembali dari penyakit, perubahan atau kemalangan.

Menjadi anak muda yang membawa banyak faktor resiko yang mana memiliki dampak yang negatif pada kesejahteraan emosi anak muda, seperti perumahan kumuh, kerugian ekonomi, penyakit serius dan lain2. beberapa dari faktor tersebut bisa  menyebabkan dampak secara mendalam pada kepercayaan diri kaum muda dan kemampuan mereka untuk belajar. sebanyak 1 dari 5 anak2 di kelas mungkin mengalami masalah psikologikal pada suatu waktu.

Setiap hari emotional well-being juga melibatkan mengidentifikasi, membangun, dan mengoperasikan kekuatan kalian dibandingkan dengan memfokuskan pada penyelesaian masalah atau kelemahannya. semakin baik anda bisa menguasai emosi, maka kapasitas untuk menikmati hidup akan lebih baik juga, dengan mengatasi masalah, dan fokus pada prioritas kepentingan pribadi.

Apa keuntungan yang kalian kira?

Beberapa keuntungan dalam mendapatkan kesejahteraan emosi termasuk mengetahui betapa pentingnya kebutuhan kalian dan berhak mendapatkan kehidupan yang bahagian dan rasa aman. sebagaimana kalian menyeimbangkan emos, kalian dapat mengidentifikasi keinginan hati kalian, mengambil tindakan positif dan membuat perubahan dalam kehidupan kalian.

Dengan kesejahteraan emosi (emotional well-being), kalian dapat merasakan

a.    penyembuhan- penyembuhan dari stres, kecemasan, depresi, kesedihan dan

masalah yang lain.

b.    perubahan- untuk membantu merupah pola pikir, perasaan dan perilaku.

c.    percaya diri- sebagaimana kalian mendapatkan kepercayaan dan keyakinan kepada diri sendiri.

d.    pertumbuhan-untuk hidup lebih menjadi diri kalian sendiri

  1. Dimensi Sosial

Mambangun dan menjaga kenyamanan dalam berhubungan menjadi wajar karena kita mahluk sosial. diterima dalam lingkungan sosial juga berkaitan dengan kesejahteraan emosi kita. Itu mengapa kita penting melakukan hal-hal seperti dibawah ini.

a. Kita seharusnya meningkatkan kemampuan kita dalam berinteraksi dengan  masyarakan dan memahami ide mereka dengan pikiran yang terbuka (open mind)

b. Menerima dan mengerti norma budaya yang berbeda

c. Membangun jaringan diantara masyarakat yang berbeda-beda.

d. Meniru citra diri yang positif

Mempertinggi kemampuan dalam berkomunikasi antara sesama

3.  Dimensi Fisik

Mental dan fisik adalah dua komponen yang berbeda. Dari segi bahasa, mental sering disebut dengan jiwa (psikis) dan fisik biasa disebut tubuh (raga). Keduanya adalah komponen penyusun manusia, yang saling mempengaruhi.

Sebagai contoh kaitan fisik dengan psikis, yaitu orang yang sakit dalam waktu yang lama, maka akan berdampak pada kesehatan psikis. Kemungkinan karena kesehatan fisik yang terganggu bisa membuat seseorang stress berat, hingga mengalami depresi yang merupakan tanda-tanda gangguan jiwa. Gangguan fisik yang mempengaruhi keadaan mental disebut dengan gangguan psikosomatik. Gangguan fisik ini dapat mempengaruhi keadaan emosi seseorang. Seorang yang sakit gigi misalnya, dapat menjadi pendiam atau bahkan beringas jika ada sesuatu yang menggangunya.

Begitu juga sebaliknya, banyak orang yang mengeluh pusing, migraine, sakit kepala, bahkan lumpuh, secara fisik tiada ada diagnosa penyakit yang dideritanya. Dalam dunia medis ini disebut gangguan somatoform. Somatoform adalah gangguan mental yang mempengaruhi fisik, tetapi pada dasarnya, fisiknya tidak mengalami gangguan apa-apa. Kepercayaan orang yang mengalami gangguan somatorm ini, bahwa dirinya mengidap sebuah penyakit yang kronis. Tentu saja, untuk mengobatinya, bukan dengan mengobati fisiknya. Tetapi mengobati psikisnya yang merupakan gangguan terhadap fisik. Seorang yang lumpuh karena somatoform misalnya, bukan dengan terapi fisik seperti fisioterapi, tetapi dengan psikoterapi, karena penyebabnya adalah psikis.

Pembahasan diatasmenunjukkan bahwa kedua gangguan diatas, mental dan psikis sama-sama mempunyai pengaruh yang sangat besar. Jika salah satunya sakit, membuat yang lain mengalami disfungsi.

  1. Dimensi Intelektual

Intelektual adalah sebuak kemampuan kognitif untuk mengembangkan keahlian dan pengetahuan. Kapasitas kemampuan intelektual kita membantu untuk merangsng kreatifitas dan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan. Untuk mengembangkan kemampuan intelektual kita diperlukan beberapa hal seperti :

a. Menentukan tujuan yang realistik.

b. Menggali setiap kesempatan dengan pikiran terbuka.

c. Menyadari tuntutat dan harapan orang lain terhadap kalian

d. Pandangan positif, terutama dalam menghadapi sebuah masalah.

e. Dimensi spiritual.

Kesehatan kita yang baik belum lengkap tanpa diimbangi dengan kesehatan spiritual. Untuk mencari arti dan tujuan dari hidup adalah fungsi dari spiritual. Kesehatan spiritual mengacu kepada keyakinan pribadi masing2 individu. Ada beberapa cara untuk mendapatkan kesejahteraan spiritual dengan cara melihat lebih dalam dan mengerti tentang kehidupan kita.

Kesimpulan

Seperti yang kita tahu hidup itu seperti teka-teki. Dimensi kesehatan seperti kepingan yang terpisah dan perlu untuk disatukan bersama-sama demi untuk mendapatkan sebuah arti. Walaupun kita semua mencari keseimbangan yang harmoni antara pikiran, tubuh, dan jiwa untuk memenuhi hidup kita, sangat jarang semuanya terpenuhi. Kita merasa lemah dan tidak diterima dalam hidup menyebabkan banyak kesulitan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sedikit mengerti tentang peran dimensi diatas mungkin akan membantu kita dalam mengetahui apa yang sungguh kita cari. Kesehatan dan kebahagiaan.

Tugas II

  1. Erik Erikson

Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Bersama dengan Sigmund Freud, Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia; satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia, teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis.

Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua, menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan/masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini. Oleh karena itu, teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak, dewasa, maupun lansia.

Pusat dari teori Erikson mengenai perkembangan ego ialah sebuah asumpsi mengenai perkembangan setiap manusia yang merupakan suatu tahap yang telah ditetapkan secara universal dalam kehidupan setiap manusia. Proses yang terjadi dalam setiap tahap yang telah disusun sangat berpengaruh terhadap “Epigenetic Principle” yang sudah dewasa/matang. Dengan kata lain, Erikson mengemukakan persepsinya pada saat itu bahwa pertumbuhan berjalan berdasarkan prinsip epigenetic. Di mana Erikson dalam teorinya mengatakan melalui sebuah rangkaian kata yaitu :

(1)   Pada dasarnya setiap perkembangan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian dari tahap-tahap yang telah ditetapkan sehingga pertumbuhan pada tiap individu dapat dilihat/dibaca untuk mendorong, mengetahui, dan untuk saling mempengaruhi, dalam radius soial yang lebih luas.

(2)   Masyarakat, pada prinsipnya, juga merupakan salah satu unsur untuk memelihara saat  setiap individu yang baru memasuki lingkungan tersebut guna berinteraksi dan berusaha menjaga serta untuk mendorong secara tepat berdasarkan dari perpindahan didalam tahap-tahap yang ada.

Meminjam kata-kata Erikson melalui seorang penulis buku bahwa “apa saja yang tumbuh memiliki sejenis rencana dasar, dan dari rencana dasar ini muncullah bagian-bagian, setiap bagian memiliki waktu masing-masing untuk mekar, sampai semua bagian bersama-sama ikut membentuk suatu keseluruhan yang berfungsi. Oleh karena itu, melalui delapan tahap perkembangan yang ada Erikson ingin mengemukakan bahwa dalam setiap tahap terdapat maladaption/maladaptif (adaptasi keliru) dan malignansi (selalu curiga) hal ini berlangsung kalau satu tahap tidak berhasil dilewati atau gagal melewati satu tahap dengan baik maka akan tumbuh maladaption/maladaptif dan juga malignansi, selain itu juga terdapat ritualisasi yaitu berinteraksi dengan pola-pola tertentu dalam setiap tahap perkembangan yang terjadi serta ritualisme yang berarti pola hubungan yang tidak menyenangkan. Menurut Erikson delapan tahap perkembangan yang ada berlangsung dalam jangka waktu yang teratur maupun secara hirarkri, akan tetapi jika dalam tahap sebelumnya seseorang mengalami ketidakseimbangan seperti yang diinginkan maka pada tahap sesudahnya dapat berlangsung kembali guna memperbaikinya.

Delapan tahap/fase perkembangan kepribadian menurut Erikson memiliki ciri utama setiap tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan di lain pihak bersifat sosial, yang berjalan melalui krisis diantara dua polaritas. Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :

Kedelapan tahapan perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam tabel berikut ini

Developmental Stage Basic Components
Infancy (0-1 thn)Early childhood (1-3 thn)Preschool age (4-5 thn)School age (6-11 thn)

Adolescence (12-10 thn)

Young adulthood ( 21-40 thn)

Adulthood (41-65 thn)

Senescence (+65 thn)

Trust vs MistrustAutonomy vs Shame, DoubtInitiative vs GuiltIndustry vs Inferiority

Identity vs Identity Confusion

Intimacy vs Isolation

Generativity vs Stagnation

Ego Integrity vs Despair

  1. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan)

Masa bayi (infancy) ditandai adanya kecenderungan trust – mistrust. Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya, tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya. Oleh karena itu kadang-kadang bayi menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. Ia bukan saja tidak percaya kepada orang-orang yang asing tetapi juga kepada benda asing, tempat asing, suara asing, perlakuan asing dan sebagainya. Kalau menghadapi situasi-situasi tersebut seringkali bayi menangis.

Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Kepercayaan ini akan terbina dengan baik apabila dorongan oralis pada bayi terpuaskan, misalnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman dan tepat waktu, serta dapat membuang kotoron (eliminsi) dengan sepuasnya. Oleh sebab itu, pada tahap ini ibu memiliki peranan yang secara kwalitatif sangat menentukan perkembangan kepribadian anaknya yang masih kecil. Apabila seorang ibu bisa memberikan rasa hangat dan dekat, konsistensi dan kontinuitas kepada bayi mereka, maka bayi itu akan mengembangkan perasaan dengan menganggap dunia khususnya dunia sosial sebagai suatu tempat yang aman untuk didiami, bahwa orang-orang yang ada didalamnya dapat dipercaya dan saling menyayangi. Kepuasaan yang dirasakan oleh seorang bayi terhadap sikap yang diberikan oleh ibunya akan menimbulkan rasa aman, dicintai, dan terlindungi. Melalui pengalaman dengan orang dewasa tersebut bayi belajar untuk mengantungkan diri dan percaya kepada mereka. Hasil dari adanya kepercayaan berupa kemampuan mempercayai lingkungan dan dirinya serta juga mempercayai kapasitas tubuhnya dalam berespon secara tepat terhadap lingkungannya.

Sebaliknya, jika seorang ibu tidak dapat memberikan kepuasan kepada bayinya, dan tidak dapat memberikan rasa hangat dan nyaman atau jika ada hal-hal lain yang membuat ibunya berpaling dari kebutuhan-kebutuhannya demi memenuhi keinginan mereka sendiri, maka bayi akan lebih mengembangkan rasa tidak percaya, dan dia akan selalu curiga kepada orang lain.

  1. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu

Masa kanak-kanak awal (early childhood) ditandai adanya kecenderungan autonomy – shame, doubt. Pada masa ini sampai batas-batas tertentu anak sudah bisa berdiri sendiri, dalam arti duduk, berdiri, berjalan, bermain, minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya, tetapi di pihak lain dia telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan dalam berbuat, sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan dari orang tuanya.

Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Apabila dalam menjalin suatu relasi antara anak dan orangtuanya terdapat suatu sikap/tindakan yang baik, maka dapat menghasilkan suatu kemandirian. Namun, sebaliknya jika orang tua dalam mengasuh anaknya bersikap salah, maka anak dalam perkembangannya akan mengalami sikap malu dan ragu-ragu. Dengan kata lain, ketika orang tua dalam mengasuh anaknya sangat memperhatikan anaknya dalam aspek-aspek tertentu misalnya mengizinkan seorang anak yang menginjak usia balita untuk dapat mengeksplorasikan dan mengubah lingkungannya, anak tersebut akan bisa mengembangkan rasa mandiri atau ketidaktergantungan. Pada usia ini menurut Erikson bayi mulai belajar untuk mengontrol tubuhnya, sehingga melalui masa ini akan nampak suatu usaha atau perjuangan anak terhadap pengalaman-pengalaman baru yang berorientasi pada suatu tindakan/kegiatan yang dapat menyebabkan adanya sikap untuk mengontrol diri sendiri dan juga untuk menerima control dari orang lain. Misalnya, saat anak belajar berjalan, memegang tangan orang lain, memeluk, maupun untuk menyentuh benda-benda lain.

  1. Inisiatif vs Kesalahan

Masa pra sekolah (Preschool Age) ditandai adanya kecenderungan initiative – guilty. Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan, dengan kecakapan-kecakapan tersebut dia terdorong melakukan beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas adakalanya dia mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah, dan untuk sementara waktu dia tidak mau berinisatif atau berbuat.

Tahap ketiga ini juga dikatakan sebagai tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. Masa-masa bermain merupakan masa di mana seorang anak ingin belajar dan mampu belajar terhadap tantangan dunia luar, serta mempelajari kemampuan-kemampuan baru juga merasa memiliki tujuan. Dikarenakan sikap inisiatif merupakan usaha untuk menjadikan sesuatu yang belum nyata menjadi nyata, sehingga pada usia ini orang tua dapat mengasuh anaknya dengan cara mendorong anak untuk mewujudkan gagasan dan ide-idenya. Akan tetapi, semuanya akan terbalik apabila tujuan dari anak pada masa genital ini mengalami hambatan karena dapat mengembangkan suatu sifat yang berdampak kurang baik bagi dirinya yaitu merasa berdosa dan pada klimaksnya mereka seringkali akan merasa bersalah atau malah akan mengembangkan sikap menyalahkan diri sendiri atas apa yang mereka rasakan dan lakukan.

  1. Kerajinan vs Inferioritas

Masa Sekolah (School Age) ditandai adanya kecenderungan industry–inferiority. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tahap sebelumnya, pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap lingkungannya sangat besar, tetapi di pihak lain karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia menghadapi kesukaran, hambatan bahkan kegagalan. Hambatan dan kegagalan ini dapat menyebabkan anak merasa rendah diri.

Tahap keempat ini dikatakan juga sebagai tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. Saat anak-anak berada tingkatan ini area sosialnya bertambah luas dari lingkungan keluarga merambah sampai ke sekolah, sehingga semua aspek memiliki peran, misalnya orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya, dan lain sebagainya.

Tingkatan ini menunjukkan adanya pengembangan anak terhadap rencana yang pada awalnya hanya sebuah fantasi semata, namun berkembang seiring bertambahnya usia bahwa rencana yang ada harus dapat diwujudkan yaitu untuk dapat berhasil dalam belajar. Anak pada usia ini dituntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil, apakah itu di sekolah atau ditempat bermain. Melalui tuntutan tersebut anak dapat mengembangkan suatu sikap rajin. Berbeda kalau anak tidak dapat meraih sukses karena mereka merasa tidak mampu (inferioritas), sehingga anak juga dapat mengembangkan sikap rendah diri. Oleh sebab itu, peranan orang tua maupun guru sangatlah penting untuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak pada usia seperti ini. Kegagalan di bangku sekolah yang dialami oleh anak-anak pada umumnya menimpa anak-anak yang cenderung lebih banyak bermain bersama teman-teman dari pada belajar, dan hal ini tentunya tidak terlepas dari peranan orang tua maupun guru dalam mengontrol mereka. Kecenderungan maladaptif akan tercermin apabila anak memiliki rasa giat dan rajin terlalu besar yang mana peristiwa ini menurut Erikson disebut sebagai keahlian sempit. Di sisi lain jika anak kurang memiliki rasa giat dan rajin maka akan tercermin malignansi yang disebut dengan kelembaman. Mereka yang mengidap sifat ini oleh Alfred Adler disebut dengan “masalah-masalah inferioritas”. Maksud dari pengertian tersebut yaitu jika seseorang tidak berhasil pada usaha pertama, maka jangan mencoba lagi. Usaha yang sangat baik dalam tahap ini sama seperti tahap-tahap sebelumnya adalah dengan menyeimbangkan kedua karateristik yang ada, dengan begitu ada nilai positif yang dapat dipetik dan dikembangkan dalam diri setiap pribadi yakni kompetensi.

  1. Identitas vs Kekacauan Identitas

Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Masa Remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan identity – Identity Confusion. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitasdiri ini, pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak, sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran, dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota

Pencapaian identitas pribadi dan menghindari peran ganda merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. Lingkungan dalam tahap ini semakin luas tidak hanya berada dalam area keluarga, sekolah namun dengan masyarakat yang ada dalam lingkungannya. Masa pubertas terjadi pada tahap ini, kalau pada tahap sebelumnya seseorang dapat menapakinya dengan baik maka segenap identifikasi di masa kanak-kanak diintrogasikan dengan peranan sosial secara aku, sehingga pada tahap ini mereka sudah dapat melihat dan mengembangkan suatu sikap yang baik dalam segi kecocokan antara isi dan dirinya bagi orang lain, selain itu juga anak pada jenjang ini dapat merasakan bahwa mereka sudah menjadi bagian dalam kehidupan orang lain. Semuanya itu terjadi karena mereka sudah dapat menemukan siapakah dirinya. Identitas ego merupakan kulminasi nilai-nilai ego sebelumnya yang merupakan ego sintesis. Dalam arti kata yang lain pencarian identitas ego telah dijalani sejak berada dalam tahap pertama/bayi sampai seseorang berada pada tahap terakhir/tua. Oleh karena itu, salah satu point yang perlu diperhatikan yaitu apabila tahap-tahap sebelumnya berjalan kurang lancar atau tidak berlangsung secara baik, disebabkan anak tidak mengetahui dan memahami siapa dirinya yang sebenarnya ditengah-tengah pergaulan dan struktur sosialnya, inilah yang disebut dengan identity confusion atau kekacauan identitas.

  1. Keintiman vs Isolasi

Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacy – isolation. Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu, dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.

Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. Periode diperlihatkan dengan adanya hubungan spesial dengan orang lain yang biasanya disebut dengan istilah pacaran guna memperlihatkan dan mencapai kelekatan dan kedekatan dengan orang lain. Di mana muatan pemahaman dalam kedekatan dengan orang lain mengandung arti adanya kerja sama yang terjalin dengan orang lain. Akan tetapi, peristiwa ini akan memiliki pengaruh yang berbeda apabila seseorang dalam tahap ini tidak mempunyai kemampuan untuk menjalin relasi dengan orang lain secara baik sehingga akan tumbuh sifat merasa terisolasi. Erikson menyebut adanya kecenderungan maladaptif yang muncul dalam periode ini ialah rasa cuek, di mana seseorang sudah merasa terlalu bebas, sehingga mereka dapat berbuat sesuka hati tanpa memperdulikan dan merasa tergantung pada segala bentuk hubungan misalnya dalam hubungan dengan sahabat, tetangga, bahkan dengan orang yang kita cintai/kekasih sekalipun. Sementara dari segi lain/malignansi Erikson menyebutnya dengan keterkucilan, yaitu kecenderungan orang untuk mengisolasi/menutup diri sendiri dari cinta, persahabatan dan masyarakat, selain itu dapat juga muncul rasa benci dan dendam sebagai bentuk dari kesendirian dan kesepian yang dirasakan.

  1. Generativitas vs Stagnasi

Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan generativity-stagnation. Sesuai dengan namanya masa dewasa, pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak, sehingga perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Untuk mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu ia mengalami hambatan.

Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). Generativitas adalah perluasan cinta ke masa depan. Sifat ini adalah kepedulian terhadap generasi yang akan datang. Melalui generativitas akan dapat dicerminkan sikap memperdulikan orang lain. Pemahaman ini sangat jauh berbeda dengan arti kata stagnasi yaitu pemujaan terhadap diri sendiri dan sikap yang dapat digambarkan dalam stagnasi ini adalah tidak perduli terhadap siapapun.

Maladaptif yang kuat akan menimbulkan sikap terlalu peduli, sehingga mereka tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri. Selain itu malignansi yang ada adalah penolakan, di mana seseorang tidak dapat berperan secara baik dalam lingkungan kehidupannya akibat dari semua itu kehadirannya ditengah-tengah area kehiduannya kurang mendapat sambutan yang baik.

  1. Integritas vs Keputusasaan

Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Masa hari tua (Senescence) ditandai adanya kecenderungan ego integrity – despair. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi, semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh usianya yang mendekati akhir. Mungkin ia masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia, hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada, tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut, sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya

Dalam teori Erikson, orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati menurut pemandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari lingkungan kehidupannya, karena orang pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguna. Kesulitan tersebut dapat diatasi jika di dalam diri orang yang berada pada tahap paling tinggi dalam teori Erikson terdapat integritas yang memiliki arti tersendiri yakni menerima hidup dan oleh karena itu juga berarti menerima akhir dari hidup itu sendiri. Namun, sikap ini akan bertolak belakang jika didalam diri mereka tidak terdapat integritas yang mana sikap terhadap datangnya kecemasan akan terlihat. Kecenderungan terjadinya integritas lebih kuat dibandingkan dengan kecemasan dapat menyebabkan maladaptif yang biasa disebut Erikson berandai-andai, sementara mereka tidak mau menghadapi kesulitan dan kenyataan di masa tua. Sebaliknya, jika kecenderungan kecemasan lebih kuat dibandingkan dengan integritas maupun secara malignansi yang disebut dengan sikap menggerutu, yang diartikan Erikson sebagai sikap sumaph serapah dan menyesali kehidupan sendiri. Oleh karena itu, keseimbangan antara integritas dan kecemasan itulah yang ingin dicapai dalam masa usia senja guna memperoleh suatu sikap kebijaksanaan.

Siegmund freud

Teori Freud. Psikoanalisis hampir diidentikan dengan sosok seorang Freud. Sigmund Freud (1856-1939) lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg Moravia yang pada masa itu merupakan provinsi di bagian utara Kekaisaran Autro Hongaria dan sekarang adalah wilayah Republik Ceska.

Dalam buku Sejarah dan Sistem Psikologi oleh James F. Brennan pada tahun 2006, pandangan freud terus berkembang selama kariernya yang panjang. Hasil kolektif tulisan tulisan yang luas merupakan sebuah sistem rinci tentang perkembangan kepribadian. Freud mengemukakan tiga struktur spesifik kepribadian yaitu Id, Ego dan Superego. Ketiga struktur tersebut diyakininya terbentuk secara mendasar pada usia tujuh tahun.

Struktur ini dapat ditampilkan secara diagramatik dalam kaitannya dengan aksesibilitas bagi kesadaran atau jangkauan kesadaran individu. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang bersifat irasional. Id merupakan sebuah keinginan yang dituntun oleh prinsip kenikmatan dan berusaha untuk memuaskan kebutuhan ini.

Ego merupakan sebuah pengatur agar id dapat dipuaskan atau disalurkan dalam lingkungan sosial. Sistem kerjanya

pada lingkungan adalah menilai realita untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Sedangkan Superego sendiri adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan nilai baik-buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan Ego yaitu Id.

1.      Kesadaran dan Ketidaksadaran

Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan terbesar dari pemikiran Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidakasadaran itu tidak dapat dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya.

Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan.

Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran.

2.      Kecemasan

Bagian yang tidak kalah penting dari teori Freud adalah tentang kecemasan.

Kecemasan ini menurutnya berkembang dari konflik antara sistem id, ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada. Menurut Freud kecemasan itu ada tiga: kecemasan realita, neurotik dan moral.

  1. Kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada ancaman nyata.
  2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat  sesuatu yang dapat mebuatnya terhukum, dan
  3. Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral.

3.      Mekanisme Pertahan Ego

Untuk menghadapi tekanan kecemasan yang berlebihan, sistem ego terpaksa mengambil tindakan ekstrim untuk menghilangkan tekanan itu. Tindakan yang demikian itu, disebut mekanisme pertahanan, sebab tujuannya adalah untuk mempertahankan ego terhadap tekanan kecemasan. Dalam teori Freud, bentuk-bentuk mekanisme pertahanan yang penting adalah:

  1. Represi ; ini merupakan sarana pertahanan yang bisa mengusir pikiran serta perasaan yang menyakitkan dan mengancam keluar dari kesadaran.
  2. Memungkiri ; ini adalah cara mengacaukan apa yang dipikirkan, dirasakan, atau dilihat seseorang dalam situasi traumatic.
  3. pembentukan reaksi ; ini adalah menukar suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan melawannya dalam kesadaran.
  4. Proyeksi ; ini berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia luar.
  5. Penggeseran ; merupakan suatu cara untuk menangani kecemasan dengan menyalurkan perasaan atau impuls dengan jalan menggeser dari objek yang mengancam ke “sasaran yang lebih aman”.
  6. Rasionalisasi ; ini cara beberapa orang menciptakan alasan yang “masuk akal” untuk menjelaskan disingkirnya ego yang babak belur.
  7. Sublimasi ; ini suatu cara untuk mengalihkan energi seksual kesaluran lain, yang secara sosial umumnya bisa diterima, bahkan ada yang dikagumi.
  8. Regresi ; yaitu berbalik kembali kepada prilaku yang dulu pernah mereka alami.
  9. Introjeksi ; yaitu mekanisme untuk mengundang serta “menelaah” sistem nilai atau standar orang lain.
  10. Konpensasi.
  11. ritual dan penghapusan.

 

 4.      Tahap Perkembangan Kepribadian

Perkembangan manusia dalam psikoanalitik merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual, mulai dari lahir sampai dewasa. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap. Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun, meliputi beberapa tahap yaitu tahap oral, tahap anal, tahap phalik, tahap laten, dan tahap genital

  1. C.    Allport

Allport adlaah orang yang mengemukakakn pentingnya penyelidikan kualitatif tentang kasus individual dan menekankan motivasi sadar. Ia juga menekankan pentingnya variabel motivasi, mengakui pentinya peranan yang dimainkan faktor-faktor genetik atau konsittusional dan menggunakan secara mencolok konsep-konsep tentang ‘ego’.

  1. Struktur dan dinamika kepribadian
    1. Dalam teori Allport, kedua hal ini tidak dapat dipisahkan
    2. Struktur kepribadian diuraikan dalam bentuk sifat-sifat (traits), namun dalam pada tingkah laku juga dimotivasikan atau digerakkan oleh sifat2 (traits) itu.
    3. Jadi, struktur dan dinamika itu pada dasarnya satu dan sama
    4. Tekanan utama teori : sifat (traits), sedangkan sikap (attitudes) dan intensi diberikan kedudukan yang hampir sama.
    5. Sifat-sifat merupakan konstruk motivasi yang utama.
    6. Sifat pada teori Allport = kebutuhan/Needs (Murray) =  Insting (Freud) =  Sentimen (McDougall).

1.1  Definisi kepribadian

Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam seseorang yang teridiri dari sistem-sistem psikofisisi yang menentukan keunikan penyesuaian dirinya dengan lingkungan.

Dua hal yang menjadi tekanan utama adalah kepribadian merupakan sesuatu yang berkembanga dan unsur-unsurnya saling terkait.

Dalam pencarian definisi kepribadiannya Allport dengan hati-hati menyadari istilah karakter dan tempramen.

  1. Karakter (watak) adalah segi kepribadian yang dinilai. Seseorang sering dinilai memilki karakter bak/buruk.
  2. Tempramen adalah disposisi yang erat kaitannya dengan faktor biologis atau fisik, dalam hal ini hereditas memainkan pernan penting dan bersama intelegensi dan fisi membentuk kepribadian.

1.2  Sifat-sifat dan Dispoisi-disposisi personal :

Sifat adalah kecendrungan atau berespon dengan cara tertentu. Sifat bukanlah bentuk konsep abstrak lewat sebuah pengamatan melainkan kenyatan objektif. Selain itu sifat juga bukanlah sekedar eksistensi nominal.

Pembedaan sifat :

  1. Sifat umum (Common trait) : ciri-ciri (sifat) yang terdapat pada banyak orang.
  2. Disposisi Personal (Individual trait) : keunikan-kekhususan (sifat) pada individu.

Contoh : dalam sebuah kelompok ada 20 orang menunjukan sifat keagresifan (common trait). Tapi kita tidak bisa mengatakan 20 orang itu menunjukkan/mewujudkan keagresifannya lewat jalan yang sama. Mungkin ada yang asertif dan kompetitif, sarkastik, dan bermusuhan, dan mungkin lewat kekerasan fisik. Personal deposisi dapat disebut juga sebagai sub kategori atau jalan khsusus sifat terwujud.

Sifat tidak hanya membimbing suatu tingkah laku tapi juga memulai tingkah laku dalam beberapa hal memerankan peran memotivasi yang penting.

Contoh : seseorang yang punya sifat ramah/suka bergaul, tidak suka duduk sendiri di rumah menunggu orang lain menghubunginya. Dia kana mencari teman-temannya.

            Akan tetapi sebuah sifat tidak pernah sebagai motivator murni tingkah laku beberapa dorongan baik internal maupun eksternal yang mendahului tindakan.

Contoh : Jika seseorang suka pergi ke disko, secara umum dia orang yang suka bergaul tapi ada tingkah laku khusu bahwa dia suka mendengarkan musik.

1.3  Cardinal Trait, Central Trait, Secondary Trait

Merupakan salah satu dari hasil karya Allport dimana ia mencari kata-kata dalam kamus yang sekiranya dapat mencerminkan sifat seseorang. Dari hasil pencarian tersebut, Allport menemukan kirapkira 4500 kata.

Lalu Allport membaginya ke dalam tiga tingkatan, yaitu :

a. Cardinal trait

Sifat luar biasa khas yang hanya dimiliki sedikit orang, sifat yang sangat berperan dan mendominasi keseluruhan hidupnya.

Contoh : Narsisitik, Sadistik, Chauvinistik, Don yuan, dsb

b. Central trait

Kecendrungan sifat yang menjadi ciri seseorang, menjadi titik pusat tingkah lakunya.

Contoh : posesif, ambisius, baik hati, senang kompetitif, agresif, dsb.

c. Secondary Trait

Bergungsi terbatas, kurang menentukan dalam deskripsi kepribadian dan lebih terpusat pada respon terhadap rentang stimulus situasi yang sempit. Jarang dipakai atau hanya dipakai pada kesempatan yang sangat khusus.

Contoh : seseorang yang biasanya sabar menjadi marah meledak-ledak ketika seseorang menghina kelompok etnik penyabar itu.

Dua kekhususan teori Allport adalah penolakkannya pada masa lalu yang mengambil bagian penting dalam motivasi dan ketegasannya dalam proses kognitif seperti intensi, perencanaan pada motivasi orang dewasa. Apa yang dilakukan individu adalah kunci petunjuk yang penting tentang bagaimana orang bertingkah laku sekarang. Allport mencari ke masa depan apa yang diharapkan oleh individu.

Daftar Pustaka

Mujib,A dan Mudzakir,J. (2001). Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Schultz, Duane. (1991). Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Suryabrata, Sumadi. (2003). Psikologi Kepribadian. Jakarta:  PT. Raja Grafindo Persada

Yusuf, Syamsu. 2004. Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama. Bandung: Bani Quraisyi.

Nama : Okky Yudistira
Kelas : 2PA06

Npm  : 15509565

 
Leave a comment

Posted by on April 9, 2013 in Uncategorized

 

Pengaruh teknologi dan psikologi

Hubungan internet dengan psiklogi

Kemajuan teknologi berdampak pada kemudahaan akses terhadap setiap piranti seperti ponsel, komputer tablet, atau komputer jinjing. Permasalahnya, ketika anak kecil mulai kerajingan internet hal itu memberikan pengaruh terhadap perkembangan mental dan psikologisnya.

Para peneliti sejak lama mengamati hal ini. Sekian lama mengkaji dan menelaah dampak internet pada anak, mereka memutuskan untuk memasukan kecanduan internet pada anak tergolong pada gangguan mental. Itu juga termasuk pada mereka yang kecanduan ponsel pintar, atau komputer rumahan sekalipun.

Peneliti Australia yang tergabung dalam Masyarakat Psikologis Australia (PSA) telah menyampaikan usulannya itu kepada masyarakat internasional. Ketika itu diterima, maka akan dilakukan studi lanjutan guna memastikan kelayakan usulan tersebut.

Peneliti Universitas Teknologi Swinburne, Mike Kyrios mengatakan studi lanjutan akan dilaksanakan dengan harapan para profesional kesehatan dapat mendiagnosa anak-anak terkait prilaku adiktif sebagai dampak dari penggunaan teknologi secara berlebihan. Mereka, nantinya akan memberikan solusi penyembuhan ketergantungan tersebut.

“Masalah game sudah jelas. Tetapi secara umum, penggunaan teknologi berlebihan dapat menjadi masalah potensial,” kata dia seperti dilansir Daily Mail, Rabu (3/10).

Psikolog Emil Hodzic menyambut baik niatan itu sebab terdapat banyak permintaan orang tua terkait masalah kecanduan teknologi. Jika anak mulai frustrasi hal tersebut berbahaya. “Biasanya, tanda khas dari kecanduan adalah adanya gejala penarikan diri,” kata dia.

Ia mengungkapkan sebanyak 70 persen kliennya adalah anak-anak dan remaja. Mereka yang datang kebanyakan mengaku kesulitan untuk tidak mengakses internet.  “Jadi sudah jadi ketergantungan,” kata dia.

Pemakaian internet yang mudah dan cepat, akan mempermudah anak-anak dibawah umur menggunakannya. Ini akan berakibat anak dibawa umur dapat melihat yang tidak panatas, seperti pornografi, kekerasan dan banyak hal lagi. Orang tua dalam hal ini sebagai pengawas, harus memberi pengawasan ekstra kepada anak-anak nya. Karena dampak negatif dari internetsangatlah buruk.

Contoh saja, anak-anak belum bisa membagi waktu dengan benar, mereka bisa saja kelupaan mengerjakan kewajibannya karena asyik bermain internet sehingga lupa waktu.Terlebih apabila mereka membuka situs yang berbau pornografi, dampak psikologis bagi si anak sangatlah buruk. Bahkan penggunaan internet yang berlebihan pada orang dewasa-pun tidak kalah berdampak negatif. Sebut saja seorang pegawai di perusahaan lupa akan pekerjaan utamanya karena penggunaan internet yang berlebihan.Selain itu, penggunaan internet yang sangat berlebihan dapat membuat seseorang menjadi lupa waktu dan akhirnya menjadi kecanduan, hal ini biasa disebut (Internet Addiction Disorder /IAD). Jika individu tersebut sulit mengontrol waktu, maka akan semakin banyak yang terabaikan.

Contohnya: makan tidak teratur, tidur tidak teratur, kelelahan fisik, kegagalan dalammengatur waktu , kegagalan menyelesaikan tugas, kegagalan pendidikan/pekerjaan, sertagangguan psikologis. Seorang psikiater dari New York university, menemukan adanya gangguankejiwaan pada individu yang kecanduan internet, yang disebut sebagai ‘Truman Show Delusion´, beberapa ahli psikologi lain menyebutnya sebagai  ‘Internet Delusion´.

 
Leave a comment

Posted by on January 10, 2013 in Uncategorized

 

Obesitas

Image

A.    Pengertian Obesitas

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan di dalam badan atau kegemukan yang berlebihan (KBBI, 1996). Papalia dan Olds (1995) mengatakan bahwa obesitas atau kegemukan terjadi jika individu mengkonsumsi kalori yang berlebihan dari yang mereka butuhkan. Sarafino (1998) juga mengatakan bahwa obesitas adalah sebagai suatu simpanan yang berlebih dalam bentuk lemak yang berdampak buruk bagi kesehatan. Pengertian obesitas dalam psikologis menurut Wurtman & Wurtman (1996) adalah simpanan energi yang berlebihan dalam bentuk lemak, yang berdampak buruk bagi kesehatan dan perpanjang usia. Dari penjelasan-penjelasan dapat disimpulkan bahwa obesitas merupakan keadaan yang tidak dikehendaki, yaitu dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal.

B.     Jenis-jenis obesitas

            Klasifikasi obesitas berdassarkan tingkat keparahannya dan tipenya terutama pada anak-anak (Soetjiningsih, 2004) :

1. Berdasarkan keparahannya

– Moderate obesity : bila berat badan antara 120-170% dari berat badan idealnya

– Severe obesity  : bila berat badan lebih dari 170% dari berat badal ideal.

C.    Faktor-faktor penyebab Obesitas

Zainun Mu’tadin (2002) mengemukakan bahwa faktor-faktor penyebab obesitas diantaranya adalah faktor genetik, disfungsi salah satu bagian otak, pola makan yang berlebih, kurang gerak / olahraga, emosi, dan factor lingkungan.

1.Genetik

Seringkali kita menjumpai anak-anak yang gemuk dari keluarga yang salah satu atau kedua orang tuanya gemuk juga. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetic telah ikut campur dalam menentukan jumlah unsur sel lemak dalam tubuh. Pada saat ibu yang obesitas sedang hamil maka unsur sel lemak yang berjumlah besar dan melebihi ukuran normal, secara otomatis akan diturunkan kepada sang bayi selama dalam kandungan. Dengan demikian tidak heran apabila bayi yang dilahirkan pun memiliki unsur lemak tubuh yang relatif sama besar

2. Kerusakan pada salah satu bagian otak.

Perilaku makan seseorang dikendalikan oleh sistem pengontrol yang terletak pada suatu bagian otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus merupakan sebuah kumpulan inti sel dalam otak yang langsung berhubungan dengan bagian-bagian lain dari otak dan kelenjar dibawah otak. Hipotalamus mengandung lebih banyak pembuluh darah dari daerah lain pada otak, sehingga lebih mudah dipengaruhi oleh unsur kimiawi dari darah. Dua bagian hipotalamus yang mempengaruhi penyerapan makan yaitu hipotalamus lateral (HL) yang menggerakan nafsu makan (awal atau pusat makan); hipotalamus ventromedial (HVM) yang bertugas merintangi nafsu makan (pemberhentian atau pusat kenyang). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa bila HL rusak/hancur maka individu menolak untuk makan atau minum, dan akan mati kecuali bila dipaksa diberi makan dan minum (diberi infus). Sedangkan bila kerusakan terjadi pada bagian HVM maka seseorang akan menjadi rakus dan kegemukan.

3. Pola makan berlebihan.

Pola makan berlebihan cenderung dimiliki oleh orang yang kegemukan. Orang yang kegemukan biasanya lebih responsif dibanding dengan orang yang memiliki berat badan normal terhadap isyarat lapar eksternal, seperti rasa dan bau makanan, atau saatnya waktu makan. Mereka cenderung makan bila ia merasa ingin makan, bukan makan pada saat ia lapar. Pola makan yang berlebihan inilah yang menyebabkan mereka sulit untuk keluar dari kegemukan apabila tidak memiliki kontrol diri dan motivasi yang kuat untuk mengurangi berat badan.

4. Kurang gerak atau olahraga.

Berat badan berkaitan erat dengan tingkat pengeluaran energi tubuh. Pengeluaran energi ditentukan oleh dua faktor, yaitu:

a). Tingkat aktivitas dan olah raga secara umum;

b). Angka metabolisme basal atau tingkat energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi minimal tubuh. Dari kedua faktor tersebut metabolisme basal memiliki tanggung jawab dua pertiga dari pengeluaran energi orang normal. Walaupun aktivitas fisik hanya mempengaruhi sepertiga dari pengeluaran energi seseorang dengan berat normal, tapi bagi orang yang kegemukan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting. Ketika berolahraga kalori terbakar, makin sering berolahraga maka semakin banyak kalori yang hilang. Kalori secara tidak langsung mempengaruhi sistem metabolisme basal. Orang yang bekerja dengan duduk seharian akan mengalami penurunan metabolisme basal tubuhnya. Jadi olah raga sangat penting dalam penurunan berat badan tidak saja karena dapat membakar kalori, melainkan juga karena dapat membantu mengatur berfungsinya metabolisme normal.

5. Pengaruh emosional.

Pada beberapa kasus obesitas bermula dari masalah emosional yang tidak teratasi. Orang-orang yang memiliki permasalahan menjadikan makanan sebagai pelarian untuk melampiaskan masalah yang dihadapinya. Makanan juga sering dijadikan sebagai subtitusi untuk pengganti kepuasan lain yang tidak tercapai dalam kehidupannya. Dengan menjadikan makanan sebagai pelampiasan penyelesaian masalah maka apabila tidak diimbangi dengan aktifitas yang cukup akan menyebabkan terjadinya kegemukan.

6. Lingkungan.

Faktor lingkungan ternyata juga mempengaruhi seseorang untuk menjadi gemuk. Jika seseorang dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap gemuk adalah simbol kemakmuran dan keindahan maka orang tersebut akan cenderung untuk menjadi gemuk. Selama pandangan tersebut tidak dipengaruhi oleh factor eksternal maka orang yang obesitas tidak akan mengalami masalah-masalah psikologis sehubungan dengan kegemukan.

D.    Penyembuhan Obesitas

Cara mengatasi obesitas bisa dimulai dengan mengubah gaya hidup, yaitu :

1. Mengatur pola makan

2. Olah raga secara teratur, tidak berlebihan.

 
Leave a comment

Posted by on December 18, 2012 in Uncategorized

 

CBIS

I. Database

A. Pengertian database

  1. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam computer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program computer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut
  2. Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memebuhi berbagai kebutuhan.
  3. Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula
  4. Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam computer sehingga mampu memenuhi infomasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna

B. Tipe Database

Terdapat 12 tipe database, antara lain operational database, analytical database, data warehouse, distributed database, end-user database, external database, hypermedia database on the web, navigational database, in-memory databases, Document-oriented databases, Real-time databases, dan Relational Database.

1.   Operational database

Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi.  Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.

2.  Analytical database

Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.

3.  Data warehouse

Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ni dan tahun-tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi. Data warehouse menjadi sumber utama data yang telah diperiksa, diedit, standard an terintegrasi sehingga dapat digunakan oleh para manajer dan pengguna akhir lainnya di seluruh organisasi professional. Perkembangan terakhir dari data warehouse adalah dipergunakan sebagai shared nothing architecture untuk memfasilitasi ekstrem scaling.

4.   Distributed database

Ini adalah database-kelompok kerja local dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.

5.   End user databse

Databse ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

6.   External database

Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber internet.

7.   Hypermedia databases on the web

Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip, video, audio, dll

8.   Navigational database

Dalam navigasi databse, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

9.   In-memory databases

Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data computer. Ini berbeda dengan system manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat dariapda dioptimalkan disk database sejak optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi. Mengakses data dalam menyediakan memori lebih cepat dan lebih dapat diprediksi kinerja dari disk. Dalam telekomunikasi yang mengoperasikan system darurat, database memori utama yang sering digunakan.

10.   Document-oriented databases

Document-oriented databases merupakan program computer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. System ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan diatas sebuah database relasional atau objek databse. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam table dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen, bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.

11.   Real-time

Real-time database adalah system pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara  yang  dapat berubah terus-menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus meneru, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu. Sebagai contoh, pasar saham berubah dengan cepat dan dinamis. Real-time processing berarti bahwa transaksi diproses cukup cepat bagi hasil untuk kembali dan bertindak segera. Real-time databae yang berguna untuk akuntansi, perbankan, hukum, caatatan medis, multi-media, control proses, system reservasi, dan analisis data ilmiah.

12.   Relational database

Standar komputasi bisnis sejak tahun 2009, relational database adalah database yang paling umum digunakan saat ini. menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari

Contoh Database:

 

 

 

II. Pengertian Sistem Informasi

          Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu system berbasis computer yang menyediakan informasi bagai beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanaya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti depertemen atau lembagau suatu instansi pemerintahan yang  dapat dijabarkan menjadi direktorat, bidang, bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu system utamanaya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi tersebut. System informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada di dalam atau dilingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan. Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan manfaat maksimal. Penerapan system informasi di dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang dibuthkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen. System informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai : system informasi manajem. Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu : aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analsis permasalahm dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan di dalam pengumpuln bahan menta (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi. Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk transfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitas-aktivitas yang akan menggunakan. System informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar ealuasi dan perbaidkan tahap input berikutnya.

Contoh Sistem Informasi Manajemen :

Image

III. SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

A. Pengertian Pembuatan Keputusan (Decision Support System)

Dalam pembuatan keputusan ada dua orang yang mengartikan artian pembuatan keputusan yaitu                               Simon dan Mintzberg

1. Keputusan menurut Simon

Dalam bukunya terbitan Tahun 1977, simon menguraikan istilah keputusan menjadi Keputusan terprogram dan Keputusan tak terprogram.

  • Keputusan terprogram yaitu bersifat berulang-ulang dan rutin. pada suatu tingkat tertentu dan prosedur telah di tetapkan untuk menanganinya sehingga ia dianggap suatu denovo (yang baru) setiap kali terjadi.
  • Keputusan tak terprogram yaitu bersifat baru, tidak terstruktur, dan biasanya tidak urut. Ia juga menjelaskan bahwa dua jenis keputusan tersebut hanyalah kesatuan ujung yang terangkai secara hitam putih, sifatnya begitu kelabu atau tak jelas, namun demikian konsep keputusan terprogram dan tak terprogram sangatlah penting, karna masingmasing memerlukan teknik yang berbeda. Kontribusi Simon yang lain adalah penjelasan mengenai empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah.

a. Tahap Pengambilan Keputusan Menurut Simon :

  • Aktivitas intelegensi, yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan
  • Aktivitas disain, yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
  • Aktivitas pemilihan, yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
  • Aktivitas peninjauan kembali, yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.

2. Keputusan menurut Mintzberg

Mintzberg terkenal dengan teorinya mengenai peranan manajerial, teori ini mengemukakan sepuluh peranan manajerial yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu interpersonal, informasional, desisional. Peranan informasonal mengemukakan bahwa manajer mengumpulkan dan menyebarkan informasi, dan peranan desisional mengemukakan bahwa manajer menggunakan informasi dalam pembuatan berbagai jenis keputusan.

a. Ada empat peranan desisional menurut mintzberg :

  • Pengusaha, ketika manajer berperan sebagai pengusaha (entrepreneur) maka peningkatan hal ini yang bersifat permanent diabadikan sebagai organisasi.
  • Orang yang menangani gangguan, ketika menajer berperan sebagai orang yang menangani gangguan (disturbace handler), maka ia akan memecahkan masalah yang belum di antisipasi. Ia membuat keputusan untuk merespon gangguan yang timbul seperti perubahan ekonomi, ancaman dari pesaing, dan adanya peraturan pajak baru.
  • Pengalokasi sumber, dengan peranan sebagai pengalokasi sumber (resorce alocator), manajer diharapkan mampu menentukan pembagian sumber organisasi kepada berbagai unit yang ada misalnya pembuatan keputusan untuk menetapkan anggaran operasi tahunan.
  • Negosiator, dalm peran sebagai negosiator (negotiator), manajer mengatasi perselisihan yang muncul dalam perusahaan dan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dan lingkungannya. Contohnya melakukan negosiasi kontrak baru dengan serikat pekerja.

3.   DSS (Decision Suport system)

Pengembang DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Time sharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen.

Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan operational control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control

a. Jenis DSS

Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS,

  • Retrive information element (memanggil eleman
  • Analyze entries fles (menganali semua file)
  • Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
  • Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
  • Propose decision (menawarkan keputusan )
  • Make decisions (membuat keputusan)

4.   TUJUAN DSS

Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :

  • Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
  • Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

5.   ARTI DSS

DSS sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi

6.   CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI DSS

Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah adalah usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitan dengan fase intelegensi yang di kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut poendekatan sistim dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, lapaoran berkala dan khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna kelemahan cenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah secara matematis. Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.

Contoh Sistem Penunjang Keputusan :

Image

 
Leave a comment

Posted by on November 4, 2012 in Uncategorized

 

ANALISIS PERBANDINGAN WEBSITE LOWONGAN KERJA

ANALISIS PERBANDINGAN WEBSITE LOWONGAN KERJA

Dewasa ini teknologi semakin maju dan berkembangang pesat. salah satu contohnya adalah internet. Internet adalah jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia. kehadiran internet saat ini membawa keuntungan yang sangat besar. salah satunya bagi mereka yang mau mencari pekerjaan. Para pencari kerja sekarang tidak harus susah-susah mencari pekerjaan dengan mendatangi tempat pekerjaan yang mereka inginkan. Sekarang mereka dapat langsung mencari informasi tentang lowongan kerja malalui website-website lowongan kerja yang ada di internet. Dengan begitu mereka tidak harus mengeluarkan biaya yang mahal hanya untuk mencari lowongan pekerjaan.

Dibawah ini saya akan menganalisa & membandingkan 3 website lowongan kerja. Semoga informasi ini dapat berguna bagi anda yang membacanya.

1. www.jobindo.com

Pada saat pertama kita membuka website http://www.jobindo.com disana terdapat kolom untuk mencari pekerjaan berdasarkan posisi, lokasi dan jabatan. Tampilan yang disuguhkan pada website biasa saja, sub menu yang ditampilkan tidak terlalu banyak. Lalu kita diharuskan untuk mendaftar atau register terlebih dahulu. Setelah kita sudah selesai mendaftar, kita dapat langsung mencari lowongan pekerjaan yang kita cari, atau bisa mengklik “job search”. Disana terdapat tabel berisikan berbagai macam lowongan pekerjaan, syarat pendidikan untuk pekerjaan yang kita cari, kemudian ada perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan tersebut serta lokasi perusahaan dan juga gaji yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Kita dapat mengclick posisi pekerjaan yang kita inginkan, setelah itu akan muncul tab baru yang didalamnya berisi alamat perusahaan dan syarat untuk pekerjaan tersebut. Anda juga dapat langsung mendaftarkan diri anda jika berminat pada pekerjaan tersebut (diharuskan mempunyai akun).

Image

Kekurangan website ini adalah Sekilas tampak menarik saat pertama membuka, tapi setelah kita melihat list lowongan pekerjaan yang berurutan dan tampilan yang terlihat kaku. Membuat para pencari pekerja agak kurang bersemangat untuk melihatnya. Namun disamping kekurangan tersebut, website loker ini cukup memberikan informasi yang bermanfaat bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan.

2. http://www.karir.com

Website ini menyediakan 2 bahasa, yaitu Inggri dan Indonesia. Mungkin berguna untuk orang asing yang mau mencari lowongan kerja dan belom begitu memahami bahasa Indonesia. Namun kita bisa memilih bahasa  mana yang akan kita gunakan agar tidak kesulitan untuk mendapatkan informasi yang tersedia. Untuk tampilan dari website itu sendiri menurut saya cukup menarik, kita bisa melihat tampilan yang simple tapi tidak membosankan seperti website yang saya bahas sebelumnya. Walaupun tampilan menu juga tidak jauh beda dengan website sebelumnya. Seperti biasa, kita diharuskan untuk register atau mendaftar terlebih dahulu. Setelah kita mendaftar kita bisa memilih menu “pencari karir”, disana tersedia 3 sub menu. Jika kita memilih sub menu “cari semua lowongan” maka website akan menyediakan menu semacam search engine untuk mencari jenis karir apakah yang kita inginkan berdasarkan posisi dan sebagainya. Intinya menu ini berguna untuk mencari lowongan kerja yang kita inginkan secara spesifik. Kemudian untuk submenu ke 2 yaitu “cari lowongan terkini”, disana kita akan menemukan list atau daftar perusahaan dan posisi yang tersedia di perusahaan tersebut. Tidak jauh berbeda dengan website sebelumnya, namun tidak se-membosankan website sebelumnya yang terlihat kaku. Untuk persyaratan melihat persyaratan lowongan kerja yang tersedia kita hanya perlu mengclick perusahaan mana yang kita minati, maka akan muncul persyaratan yang diperlukan (tidak jauh berbeda dengan website sebelumnya)

Secara keseluruhan, Website ini terlihat lebih menarik dibanding dengan website sebelumnya. Tampilan yang disuguhkan juga tidak terlihat kaku, walaupun belum membuat kita antusias untuk melihat website ini. Tapi konten atau isi yang disediakan cukup banyak dan bermanfaat bagi mereka pencari kerja.

3. http://www.carijob.com

Pertama kita membuka website maka kita akan sadar bahwa website ini jauh lebih baik dibanding website sebelumnya yang sudah saya bahas. Dari segi tampilan. website ini menyediakan gambara-gambar,berita ataupun advertisement (iklan) yang ditampilkan membuat kita tertarik untuk menjalajahinya. Tidak hanya terlihat bagus dalam tampilan, tapi dalam segi menu-pun juga tidak kalah menarik.  Disana tersedia menu-menu yang detail agar memudahkan para pencari kerja untuk mendapatkan informasi secara spesific (detail) dan jelas. Lalu juga ada statistik perusahaan, data pelamar serta data yang lainnya yang membuat kita berfikir bahwa website ini menyediakan lowongan kerja yang sangat banyak. Untuk mencari lowongan pekerjaan, seperti website lainnya kita diharuskan mendaftar terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa langsung mencari lowongan pekerjaan yang kita inginkan. Website menyediakan list atau daftar jenis jabatan atau pekerjaan apa yang kita inginkan, jadi pencari kerja tidak perlu repot-repot untuk search-ing karena sudah ada (seperti dibawah ini).

Setelah kita melihat website ini, maka kita tau perbedaan antara ke-3 website yang sudah kita bahas. Untuk tampilan, seperti yang saya bahas jauh lebih baik dari 2 website sebelumnya. Terlihat kreatif dan sangat menarik bagi para pencari kerja ataupun orang yang membuka website ini. Menu yang detail membuat mereka yang membaca tidak kesulitan untuk mencari informasi yang ingin dicari. Untuk kekurangan, menurut saya website ini tidak memilikinya. Itu hanya pendapat saya, semuanya saya kembalikan ke para pembaca blog ini untuk menilai.

Kesimpulan

Dari 3 website lowongan kerja yang sudah saya bahas diatas, mereka memiliki ciri-ciri ataupun keunikan masing-masing. Pada 2 website pertama mungkin menekankan pada ke simple-an atau kesederhanaan dari website itu sendiri. mereka lebih memfokuskan pada isi daripada penampilan ataupun segi yang lainnya. Tidak seperti website yang ke-3 yang memang memperhatikan semua aspek yang mungkin dapat mempengaruhi orang yang membacanya (Mengundang para pembaca). Namun ke-3 website diatas tidak mengurangi arti bahwa ke-tiganya adalah website lowongan kerja yang dibuat untuk membantu para pencari kerja untuk mencari lowongan pekerjaan.

Sekian informasi yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi anda yang membaca.

SUMBER

1. http://www.jobindo.com

2. http://www.karir.com

3. http://www.carijob.com

 
Leave a comment

Posted by on October 6, 2012 in Uncategorized

 

Fenomena Internet dikalangan remaja dan kaitannya dengan kesehatan mental

Pendahuluan

Kata Pengantar

Terima kasih kepada ibu dosen psikologi,temen-temen serta orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Kami penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Saya menerima semua kritik dan saran yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Latar Belakang

Perkembangan teknologi dewasa ini sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Semua kalangan,dari yang tua sampai yang muda sudah mulai mengerti apa yang disebut dengan internet. Pada makalah ini,saya akan membahas tentang pengaruh internet terhadap kesehatan mental anak-anak,khusunya remaja.

ISI

Pengaruh internet terhadap kesehatan fisik dan mental remaja (Pelajar).

Pemanfaatan internet sekarang ini kian meluas. Pada saat ini, internet lebih banyak digunakan oleh kalangan bisnis dan perkantoran. Mengaksesnya pun tak semudah dan semurah sekarang. Kini internet dapat dengan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar. Program internet masuk sekolah pun diluncurkan untuk memberikan Manfaat Internet Bagi Pelajar.

Internet membuat dunia seolah tanpa batas. Tanpa beranjak dari kursi warnet saja, seseorang sudah dapat berkeliling dunia, bertemu dan mengobrol dengan banyak orang, berkunjung ke banyak tempat, membaca banyak buku, dan memperoleh banyak informasi terbaru. Keunggulan inilah yang ingin diberikan kepada para pelajar.Lalu, seberapa besarkah manfaat internet bagi pelajar? Tidakkah para pelajar lantas lebih banyak menggunakan internet untuk bermain-main atau bahkan untuk membuka situs-situs bermuatan pornografi?

Sebagai sebuah produk teknologi, internet bebas nilai. Namun Internet itu sendiri memberikan dampak positif dan negative bagi pelajar.

  1. Dampak Negatif Dari Internet

Kita memang tidak bisa menutup mata mengenai dampak negatif internet di kalangan pelajar, seperti:

  • Pornografi
    Tak cuma membuka situs-situs bermuatan pornografi, namun ada juga yang menjadi pelaku pornografi itu sendiri. Tak sulit untuk mengunggah foto-foto atau rekaman video melalui internet.
  • Kecanduan game online        
    Keasyikan bermain game secara online ini sering membuat pelajar lupa waktu, melalaikan pelajaran, tak mempedulikan kesehatan (lupa makan, lupa istirahat, berjam-jam menatap layar komputer), hingga bersikap boros (mulai dari menghabiskan uang jajan pribadi hingga menggunakan uang SPP atau uang pembeli buku demi bisa bermain game online)
  • Kecanduan jejaring social
    Jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, dan Twitter sering membuat para pelajar ini terlena, lupa belajar, dan tak sedikit yang terjerat cybercrime.

Akan tetapi, jika kita terpaku pada dampak negatifnya saja, kita tak akan sampai ke mana-mana. Di samping dampak negatif itu, manfaat internet bagi pelajar pun tak sedikit.

  1. Dampak Positif Dari Internet

Manfaat internet bagi pelajar antara lain adalah:

  • Membuat pelajar terbiasa dengan teknologi komputer dan informasi
    Pelajar bukan hanya menjadi “gaptek” alias gagap teknologi jika tak menguasai internet, namun juga akan kalah langkah dalam menuju masa depan yang penuh persaingan. Selain itu, saat ini tak sedikit perguruan tinggi yang melakukan beberapa perkuliahannya secara online.
  • Bahan pelajaran dan pengayaan
    Materi pelajaran yang disampaikan oleh guru di kelas sering tak tuntas karena keterbatasan waktu. Pelajar dapat memperkaya dan memperdalam materi itu sendiri dengan memanfaatkan internet. Belajar tak hanya dilakukan untuk mengejar angka namun juga untuk persiapan meraih sukses di masa depan.
  • Memperluas wawasan
    Banyaknya informasi, tak hanya yang lokal namun juga global, yang dapat diperoleh melalui internet membuat wawasan para pelajar menjadi lebih terbuka.
  • Sarana komunikasi
    Adanya layanan e-mail dan jejaring sosial memudahkan pelajar berkomunikasi dengan pelajar lain yang berbeda sekolah, kota, bahkan negara.

Positif negatifnya internet berada di tangan penggunanya. Bisa dibawa menjadi positif, bisa pula dibawa menjadi negatif. Tugas para pendidikdan orang tua adalah mengarahkan agar pelajar menggunakan internet secara positif untuk peningkatan dan pengembangan diri mereka.

Dari dampak positif dan negative diatas,kita dapat mengetahui pengaruh internet itu sendiri terhadap kesehatan mental si anak.

Pengaruh internet terhadap kesehatan mental:

  • Rusaknya pola Pergaulan social.

Bagi mereka yang sudah terbiasa menghabiskan waktu didepan computer,mereka akan merasakan ketagihan (addictive). Dalam hal ini,Jika mereka sudah mulai menjadi Addict dengan internet,mereka cenderung ingin menghabiskan waktu di depan computer daripada bermain dengan teman sebayanya.

  • Malas belajar.

Anak-anak yang sudah addict dengan game internet cenderung akan malas belajar.

Mereka akan lebih senang memikirkan tentang game tersebut dibanding dengan belajar.

Mereka juga akan sulit menangkap materi yang di berikan guru mereka.

  • Pola hidup yang tidak sehat.

Mereka yang sering menghabiskan waktu dengan internet (addictive) sering lupa akan kesehatan mereka.Mereka rela menghabiskan waktu di depan internet dan melewatkan waktu makan mereka.itu dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mereka.

Teori kesehatan mental yang berkaitan dengan fenomena diatas.

Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan mengembangkan dan memanfaatkan segala kapasitas, kreatifitas, energi dan dorongan yang ada semaksimal mungkin sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta terhindar dari gangguan mental (Kesehatan Mental 1;2006). Jadi yang dikatakan memiliki kesehatan mental yang baik adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Mental sehat manusia dipengaruhi oleh faktor internal dan external. Keduanya saling mempengaruhi dan dapat menyebabkan mental yang sakit sehingga bisa menyebabkan gangguan jiwa dan penyakit jiwa. Menurut Kartini Kartono yang disebut gangguan mental adalah bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus extern dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur pada satu bagian, satu organ, dan sistem kejiwaan/mental (Psikologi keperawatan. 2002).

A. Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti sifat, bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat, baik, pemarah, dengki, iri, pemalu, pemberani, dan lain sebagainya. Contoh bakat yakni misalnya bakat melukis, bermain musik, menciptakan lagu, akting, dan lain-lain. Sedangkan aspek keturunan seperti turunan emosi, intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya.

B.  Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling dekat dengan seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri, kakak, adik, kakek-nenek, dan masih banyak lagi lainnya.

Daftar Pustaka

Semiun, Yustinus OFM. 2006. Kesehatan Mental 1; Kanisius


 
1 Comment

Posted by on March 21, 2012 in Uncategorized

 

Pandangan Islam mengenai kesehatan mental

Pandangan isalam mengenai kesehatan mental

 

            Dalam Islam pengembangan kesehatan jiwa terintegrasi dalam pengembangan pribadi pada umumnya, dalam artian kondisi kejiwaan yang sehat merupakan hasil sampingan (by product) dari kondisi pribadi yang matang secara emosional,intelektual dan social terutama matang pula kebutuhan dan ketakwaan terhadap Tuhan. Islam menyatakan bahwa betapa pentingnya pengembangan pribadi-pribadi meraih kualitas “urusan paripurna” yang otaknya sarat dengan ilmu yang bermanfaat, bersemayam dalam kalbunya iman dan takwa kepada Allah, sikap dan tingkah lakunya benar-benar merealisasikannya nilai-nilai keislaman yang mantap dan teguh, otaknya terpuji dan bimbingannya terhadap masyarakat membuahkan ketuhanan, rasa kesatuan, kedamaian dank ash saying. Kesan demikian pasti jiwanya pun sehat; suatu manusia yang bertipe ideal.

            Sejak dikembangkan metode-metode dalam psikoterapi, yaitu berkaitan dengan metode mistik dan spiritual, maka agama menjadi standar utama dalam setiap definisi kesehatan mental dalam konsepsi agama islam, sehingga orang-orang yang benar0benar sehat mentanya adalah orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, serta berusaha secara sadar merealisasikan sesuai dengan tuntunan agamanya. Ia secara sadar akan berupaya untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya, seperti bakat, kemampuan, sifat serta kualitas-kualitas pribadi lainnya yang positif (Bastaman, 2001;135).

            Inti utama masalah kesehatan mental menurut islam adalah bagaimana menumbuhkembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) serta sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela (mazmumah) pada pribadi seseorang. Dalam sifat-sifat mazmumah  adalah sifat ilahiyah sedangkan sifat-sifat mazmumah ­ adalah sifat syaitaniyah. Demikian juga pandangan islam terhadap kesehatan mental antara lain dapat dilihat peran agama Islam sendiri bagi kehiduan manusia, agama Islam memberikan tugas dan tujuan bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Misalnya, tugas dan tujuan manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifahnya di bumi, yaitu dengan melaksanakan konsep ibadat dan khalifah, orang yang dapat mengembangkan potensi jiwa dan memperoleh kesehatan mentalnya. Peranan ajaran islam demikian dapat membantu orang dalam mengatasi jiwanya dan mencegahnya dari gangguan kejiwaan serta membina kesehatan mental.

            Berdasarkan pemikiran diatas maka setidak-tidaknya ada empat prinsip keagamaan dan falsafah yang mendasari pandangan Islam tentang kesehatan mental. Pertama, prinsip dan falsafah tentang maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Kedua, keadaan dan sifat-sifat Allah yang hubungannya dengan sifat-sifat manusia. Ketiga, keadaan amanah dan fungsi manusia dijadikan Allah sebagai khalifah di muka bumi ini. Keempat,  perjanjian mistaq antara Allah dan manusia sewaktu dilahirkan atau masih dalam kandungan (Jaya,1994: 87). Maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi adalah untuk beribadah dalam pengertia yang luas kegiatannya mencakup aspek kehidupan manusia, baik bersifat itikad, pemikiran, social, Jasmani, rohani, akhlak, dan keindahan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rochman,kholil lur. (2010), Kesehatan Mental. Purwokerto: STAIN Press.

 

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2012 in Uncategorized

 

Kerja dan Waktu luang

PEKERJAAN DAN WAKTU LUANG

 

MERUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Penurunan nilai kerja

Apa yang orang cari pada pekerjaan?

Fungsi psikologis pada pekerjaan

Proses pemilihan Kejuruan

Tahap identitas kejuruan

Perbedaan jenis kelamin

Bagaimana dengan melanjutkan kuliah?

Memilih Pekerjaan yang sesuai

Karakteristik pribadi

Karakteristik pekerjaan

Perangkap dalam membuat keputusan

Penyesuaian pekerjaan

Kepuasan dalam bekerja

Wanita dan pekerjaan

Perubahan penawaran dan permintaan

Mengganti pekerjaan

Waktu Luang

Meningkatkan waktu luang

Menggunakan waktu luang secara positif

 

 

KERJA DAN WAKTU LUANG

Kebanyakan dari kita menghabiskan 40th hidup kita untuk bekerja. Tapi bagaimana perasaan kita terhadap pekerjaan kita. Bagaimana pekerjaan mempengaruhi kita?

Setelah mengajuka penawaran tersebut kepada orang-orang di seluruh negeri.  Studs Terket menyimpulkan bahwa “suatu yang kita sebut biasa iu mempengaruhi nilai pribadi seseorang-atau lebih sering kekurang dalam pekerjaan yang mereka lakukan baik atau buruk, itu tampak seperti pekerjaan bagian pusat dari kehidupan kita dan membantu kita memutuskan apa perasaan kita sendiri.

Bab ini memeriksa beberapa perubahaan sikap terhadap pekerjaan. Proses dalam memilih sebuah pekerjaan dan yang terpenting dalam menemukan pekerjaan yang cocok dengan minat dan bakat. Kepuasan kerja menuntut perempuan untuk bekerja dan pengaruh dari pekerjaan itu sendiri sama pentingnya dengan waktu luang.

MENGUBAH SIKAP TERHADAP PEKERJAAN

Bagi Para pengemuka agama terdahulu, bekerja tidak hanya penting untuk bertahan hidup tapi juga sebuah kebijakan tersendiri untuk melanjutkan pembentukan sikap kita. Etika bekerja orang Amerika ini juga tertanam sangat dalam pada nilai kebudayaan yang kita ambil sebagai jaminan. Kebanyakan dari tema pokok pada etika pekerjaan adalah seperti yang digambarkan yang lebih awal dikenal oleh Daniel Yankelovich. Satu-satunya gagasan yang menjadikan seorang “Penyedia yang baik” adalah karakteristik yang paling penting sebagai “pria sejati”. Tema lain yaitu hidup “ berdiri dengan kedua kaki kita sendiri”. Bekerja mendatangkan uang, kebebasan dan kecemasan. Tema yang lain adalah kerja keras menuntun kepada keberhasilan dengan imbalam memiliki rumah kita sendiri. Membangun sebuah keluarga dan menikmati setiap hal yang indah di hidup kita. Ada juga tema tentang kehormatan diri sendiri. Kita masih merasakan penilaian pribadi kita terhubung dengan apa yang kita capai di dunia pekerjaan. Untuk bekerja pada sesuatu dan melakukannya dengan baik membuat kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri.

Pada waktu yang bersamaan sikap orang terhadap pekerjaan berubah. Masyarakan setuap hari berharap banyak dari pekerjaan mereka daripada menjalani hidup yang sederhana. Pada kasus hirarki kebutuhan Abraham Maslow, bekerja adalah kebutuhan dasar manusia. Seperti pekerjaan yang aman. Gaji yang memuaskan dan keamanan da;am bekerja. Mereka menjadi lebih sadar akah kebutuhan yang lebih tinggi sebagai resiko. Kita memberih perhatian lebih kepada kepuasaan psikologis dalam pekerjaan, khususnya pekerjaan yang menarik dan terpenuhi.

Penurunan nilai pada pekerjaan

Sebuah kesalahan menyimpulkan bahwa etika pekerjaan jaman dulu sudah benar2 mati. Seperti yang terlihat pada survey psikologi hari ini terhadap sikap bekerja. Penemuan dalam pembelajaran yang penting khusunya mayoritas responden muda ( 2/3 dibawah 34th) dan mahasiswa dan setengahnya adalah wanita. Hasil menunjukan bahwa lebih dari ½ dari mereka merasa bahwa kerja keras membuat anda menjadi orang yang lebih baik. Lebih dari ¾ dari mereka menyatakan bahwa orang yang mampu bekerja tapi memilih untuk tidak menyerap di masyarakat.

Pada waktu bersamaan, perbandingan awal dengan akhir survey menunjukan perubahan yang sifnifikan pada sikap orang terhadap pekerjaan. Satu perubahan yang paling penting sudah terjadi pada sejumlah mahasiswa yang percaya “kerja keras pasti akan terbayar”.

Pada pertengahan 1960-an, Yankelovich menemukan bahwa 72 persen mahasiswa setuju dengan pendapat ini. Tapi pada awal 1970-an, angka tersebut turun setengah. Hanya dengan 40% setuju dengan pernyataan tersebut. Sadar bahwa mahasiswa tidak selalu mencerminkan pendapat dari masyarakat secara umum. Yankelovich juga menghubungkan survey dengan penemuannya yang menunjukan perubahan kearah yang sama, tapi dengan sedikit perubahan yang drastic. Sedangkan pada akhir 1960-1970-an hanya 43 persen minoritas yang merasa seperti itu (Yankelovich,1981).

Suatu respon menunjukan perubahan yang signifikan pada sikap orang Amerika terhadap pekerjaan. Beberapa orang udah mengalami dis-ilusi dengan kerja dan kesempatan mereke berbagi hadiah. Baik mayoritas orang-orang. Khususnya orang-orang yang berpendidikan di muka umum dan anak muda tertentu. Mereka masih percaya bisa meraih kesuksesaan jika mereka bekerja keras seperti peraturan dahulu. Walaupun mereka lebih memilih bertanya dibanding peraturan lama yang membosankan. Bahkan lebih signifkan. Walaupun, perubahan yang diinginkan oleh orang-orang pada pekerjaan mereka. Sepertinya banyak pekerja baik muda dan tua sekarang mencari kepuasan psikologi pada pekerjaan mereka (Yankelovich,1981)

Apa yang orang cari pada pekerjaan?

Kalian mungki berkata bahwa apa yang orang cari pada pekerjaan itu semuanya tergantung pada kemauan orang itu sendiri dan ada beberapa fakta mengenai ini. Tapi  Daniel Yankelovich menemukan sebuah consensus yang berharga dari jawaban atas pertanyaan yang menyilang terhadap para pekerja termasuk kerah-bur dan kerah-putih dan para professional. Dua frekuensi tertinggi memberikan respon “ kerja itu menarik” dan memiliki “ rekan kerja yang ramah tamah” dengan masing-masing responden memberikan 70% pendapat dari pada pekerja. Diikuti dengan 2 tambahan jawaban dalam melakukan pekerjaan yang berarti disebut sebagai “kesempatan untuk menggunakan pikiran anda” dan “ hasil kerja yang anda bisa lihat”- memberikan 65-62% dari masing-masing pendapat para pekerja. Sementara upah yang bagus berada di urutan ke-5 dari peringkat “ yang diberikan oleh 62% pekerja). Pekerja berkerah-biru member banyak tekanan pada uang. Dan para professional member sedikit tekanan pada uang, dengan pekerja berkerah-putih berada diantara keduanya.

Hasil yang serupa ditemukan pada survey mahasiswa baru, pada kelas 8 ketika ditanya tingkat apa yang paling penting dalam kepuasan bekerja, 5 kriteria teratas secaran menurun menajadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan. Menggunakan keahlian dan kemampuan. Berpeluang bagus dalam periklanan, masa depan yang terjamin, dan hasil yang nyata. Upah yang baik menempati urutan ke-8. Oenyda yang tidak kuliah memberikan respon yang serupa kecual mereka lebih memntingkan upah yang baik menempati posisi 8 (Bachman,Johnson,1979)

Responden pada survey psikologi hari ini termasuk kebanyakan dewasa alwal dan pekerja berpendidikan membuat perbedaan yang tajam antara apa yang merka suka tentang pekerjaan mereka dan apa pemikiran yang paling penting mengenai pekerjaan secara umum .  seperti yang di ditunjukkan pada table 9.1. Aspek yang paling memuaskan dalam bekerja seperti keramah tamahan sesame rekan kerja. Kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pekerjaan, dan kehormatan yang diterima oleh rekan sepekerjaan. Di lain pihak, aspek yang paling penting dalam melakukan pekerjaan adalah berkaitan dengan pertumbuhan pribadi atau aktualisasi diri. Termasuk kesempatan untuk melakukan sesuatu yang membuat diri sendiri senang melakukannya. Sesuatu yang berharga dan mempelajari hal yang baru.Aktualisasi ini lebih pentung daripada uang. Ketika responden tertekan pada kabar apapun mereka akan menerima pekerjaan berupah lebih tinggi yang mana kurang menarik. Hampir 2/3 responden mengatakan tidak relah. Dilain pihak, hamper setengah (46%) dari responden tidak akan menerima pekerjaan yang lebih menarik jika upahnya kurang dari pekerjaan yang mereka miliki saat ini. Bagaimanapun, hamper kebanyakan responden (41%) ihlas untuk melakukan pertikaran, mereka yang setidaknya ikhlas untuk memtong upahnya adalah wanita yang sudah bercerai (55%), pria yang sudah menikah (49%), Janda (47%) dan perempuan yang hidup dengan seseorang (47%) (Renvick, Lawler,1976)

FUNGSI PSIKOLOGIS PADA PEKERJAAN

Meskipun apa kata orang tentang memiliki pekeraan untuk hidup. Itu mungkin jelas sekarang bahwa setiap orang bekerja keras untuk uangnya sendiri. Survei membuktikan kebanyakan orang akan melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka memiliki cukup uang untuk hidup nyaman seumur hidupnya (Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja itu meenuhi kebutuhan psikologis dan social yang penting.Rasa pemenuhan pribadi, orang membutuhkan perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian baru, dan mencapai sesuatu yang berharga ketiak perasaan ini kurang, mereka mungkin pindah ke pekerjaan yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil yang jelas. Contohnya, seorang individu yang pekerjaanya terarah mungkin meninggalkan meja untuk bekerja menjual barang atau konstruksi. Bahkan orang yang sudah mendapatkan banyak uang tidak akan mau mengurangi waktu dan energy yang di habiskan oleh pekerjaan mereka.kemampuan karena kebutuhan akan penghargaan dan penguasaan (Morgan,1972)

IDENTITAS PRIBADI

Orang denderung mengidentifikasi dengan apa yang mereka lakukan. Bagaimana sering kalian mendengar seseorang memperkenalakan dirinya dengan berkata “saya bekerja untuk IBM” atau “ saya seorang suster”. Studs Tarket (1972) menemukan bahwa pekerjaan mereka membosankan,pekerjaan mekanis yang sering membuat mereka merasa menjadi “mekanik”, atau “robot”. Dilain pu=ihak, mereka tertarik  pada tantangan dan pemenuhan pekerjaan pada seni atau profesi yang menunjukan tujuan hidup merekea,biasanya sebagai hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan.

MENCEGAH KEBOSANAN

Walaupun banyak dari kita enggan untuk mengakuinya,kita bekerja untuk menghindari bosan. Jika anda mencemooh hal ini,tinggal berbicara dengan seseorang yang sudah tidak bekerja sejak lama karena pengangguran,sakit atau pension. Bahkan orang yang dipaksa untuk pension lebih awal seperti polisi dan anggota militer sering mengambil pekerjaan lain untuk menghilangkan kebosanan.

MELAYANI YANG LAIN

Sementara membantu orang lain menempati prioritas yang lebih rendah daripada pencapaian pribadi untuk roang kebanyakan lebih dari 1/3 dari responden pada sebuah survey nasional terdaftar “bekerja sangat berguna secara social” sebagau salah satu yang mereka cari pada pekerjaan (Yankelovich,1974b).Kebanyakan orang yang sukarela bekerja di rumash sakit atau penjara atau departemen, kebanyakan karena prasa pemenuhan yang mereka dapat dari menolong yang lain.

STATUS DAN PERSETUJUAN

Kedudukan adalah penentu utama dari status social seseorang dengan keluarga biasanya mengambil status dari pekerjaan kepala rumah tangga sementara itu akan menjadi kesalahan jiaka mengambil peerjaan bergengsi yang secara pribadi tidak memuaskan. Pekerjaan berstatus tinggi dan pemenuhan pribadi sering berdampingan. Pada suatu survey, sekitar ¾ dari professional tidak akan sungkan untuk memilih pekerjaan mereka yang sama lagi dibadningankan dengan beberapa daripada 2/3 pekerja berkerah-biru (Yankelovich,1974b)

PROSES PEMILIHAN JURUSAN

Kita tidak memilih jurusan begitu saja, Eli Ginzberg (1972) mengatakan bahwa proses kejuruan sebenarnya bermulau pada masa kanak-kanak dan berujung pada remaja akhir atau remaja dan terdapat 3 tahap.

Seiring waktu kita menginjak SMA dan kuliah. Kita dibawah tekanan yang sangat besar untuk menentukan komitmen jurusan.sekolah membutuhkan pilihan kurikulum untuk pelajar atau program belajar sebaik kursus khusus dalam sebuah bidang yang dipilih. Orang tua dan teman ingin mengetahui “Apa yang anda akan lakukan?”. Tapi banyak tekanan berasal dari sana.

TAHAP IDENTITAS KEJURUAN

Orang sering kesulitan memilih sebuah jurusan karena melibatkan lebih dari sekedar pemilihan pekerjaan apa yang akan dilakukan atau identitas jurusan setiap tahap perkembangan jurusan adalah sebuah cara untuk mendasari dan menegaskan diri anda dalam dunia kerja. Walaupun remaja adalah waktu yang kritis dalam mendapatkan identitas kejuruan. Prosesnya berlangsung seumur hidup dan termasuk 5 tugas perkembangan atau yang di sebut Tahap.

  • kristalisasi, mendapatkan gagasan mengenai satu kehidupan pekerjaan sebagai dasar dari rencana pendidikan
  • pesifikasi, mencari latihan yang berguna untuk 1 pilihan jurusan, apakah di universitas atau magang.
  • pelaksanaan, mencari kesempatan yang cocok atau pekerjaan yang mana menggunakan sebuah latihan.
  • stabilitas, menyesuaikan pilihan karir termasuk latihan lebih lanjutdan spesialisasi pada sebuah bidang.
  • konsolidasi, memperoleh keahliang,pengalaman dan status dalam sebuah pilihan karir.

Super (1974) sudah mengusulan konsep dari “Kejuruan dewasa” sebagai sebuah cara menentukan seberapa baik inidividu dalam kemajuan terhadap identitas kejuruan mereka. Pendewasaan jurusan mencerminkan kemampuan untuk merencanakan dan menelusuri kemungkinan kejuruan, untuk mendapat informasi yang relevan mengenai itu sendiri dan pilihan Giat karir, dan mewujudkan komitmen kejuruan. Satu pelajarang jangka penjang menggunakan teori Super menemukan bahwa lebih dari ¾ dari laki-laki sudah menyeimbangkan identitas jurusan  mereka pada umur 25th.

Ini penting unutk menentukan pada umur berapa orang mencapai tingkan perkembangan secara baik. Seorang veteran yang lebih tua atau pengrajin rumahan. Contohnya, kedewasaan dan arah tujuan. Terlebih lagi dengan meningkatnya frekuensi pekerjaan dan perubahan karakteristik karir dari social hari ini.banyak orang melewati 2 atau 3 putaran dari tahap Super dan pembentukan ulang jurusan mereka identik untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan pribadi mereka dan cita-cita dalam hidupnya.

PERBEDAAN JENIS KELAMIN

Walaupun jenis klamin adalah factor yang paling menentukan pada pemilihan jurusan. Itu masih ada karena pengaruhsocial dan psikologis. Terutama perbedaan peran masing2 jenis kelamin. Secara tradisiona,pilihan karir dari 2 seksi sudah mempertinggi perbedaan jenis kelamin. Dengan laki-laki tidak hanya berdasarkan  pemilihan jurusan yang lebih luas.tapi juga lebih seperti memilih pekerjaan berstatus tinggi daripada wanita (Hoult&Smith,1978).

Untungnya, situasi ini dengan segera berubah. Lebih dari 9/10 dari wanita bekerja diluar rumah dan pada maksud yang sama pada kehidupan mereka,dengan lebih dari ½ dari mereka bekerja kapanpun di butuhkan (U.S Bureau of the census,1981). Kebanyakan wanita bekerja sebelum menikah. Menunda pernikahan lebih lama, dan mengabungkan karir dengan pernikahan dan tanggung jawan keluarga. Juga, sejumlah wanita memilih kuliah dan lulus atau sekolah professional yang sudah meningkat lebih cepat daripada sejumlah pria. Terlebih lagi, sejumlah wanita secara tradisional memasuki bidang yang dikuasai laki-laku seperti Hukum,obat-obatan,bisnis dan insinyur 2 kali lebih banyak daripada pertengahan abad 60 dan abad 70 (Amaerika Council on Education,1975). Juga, secara tradisional lebih banyak pria bekerja pada bidang yang dikuasai wanita. Contohnya,guru sekolah dasar, perawat, dan operator telefon.

Tidak mengagetkan, seorang yang berpendidikan kuliah cenderung meningkatkan aspirasi karir diantara wanita. Satu pelajaran jangka panjang menunjukan bahwa orientasi karir diantara perempuan meningkat secara cepat dari mahasiswa baru menjadi senior dan melampau kuliah. Saat memasuki kuliah,18% dari wanita memikirkan karir dan 33% sudah pasti tidak berkarir. Setelah lulus,keseluruhan perbahan orientasi bahkan menghaslkan persentasi sebesar 40% orang berkarir dan presentase yang lebih besar dari lulusan pemikiran berkarir dengan 48% orang berkarir,30% terutama mengarah ke cita-cita keluarga dan hanya bekerja bias am dan 22% mengambil komitmen bekerja tanpa tujuan karir ( Angrist,1972).

Bagaimana dengan melanjutkan kuliah?

Sampai sekarang,  manfaat melajutkan kuliah sudah besar dirasakan. Kuliah seharusnya membuat kalian lebih baik diberitahukan dan menyediakan akses ke status yang lebih tinggi,upah pekerjaan yang lebih baik. Lebih dari ¾ dari populasi masih percaya bahwa seorang yang berpendidikan kuliah itu penting dalam kehidupan (Deaman&plisko,1979). Lebih bakyak lagi orang berfikir dua kali sebelum menghadiri kuliah. Satu alas an untuk ini adalah meningkatnya biaya pendidikan kuliah. Alas an yang lain adalah sulitnya banyak lulusan kuliah mendapat pekerjaan,terutama pekerjaan yang sesuai untuk latihan tingkatan kuliah. Alas an yang lain yang harus dilakukan dengan melunasi pendidikan kuliah. Walaupun lulusan kuliah melanjutkan ke pendapatan yang tinggi seumur hidup daripada lulusan SMA, celanya semakin sedikit. Sedangkan 25-34th lulusan kuliah mendapatkan 40% lebih daripada lulusan SMA pada tahun 1970, mereka mendapatkan hanyak 24% lebih pada tahun 1977 (U.S. Beureu of the consensus,1980)

Semua ini telah mempengaruhi keputusan anak remaja mengenai apa ingin melanjutkan kuliah, kuliah jenis apa, dan alasan mereka untuk hadir. Hari ini banyak anak muda menunda untuk masuk ke perguruan tinggi, entah itu karena hasrat untuk mendapatkan pengalaman yang lebih sebelum melanjutkan pendidikan dan komtimen jurusan atau kebutuhan untuk mendapatkan uang. Hampir setengah setengah remaja kuliah terikat sekarang menunggu atau setahaun lebih sebelum mendaftar di perguruan tunggi. Proporsi yang tinggi dari pelajar yang menghadiri perguruan tinggu umum berlipat dalam akhir decade 1977 (Dearman,Plisko,1979). Ada juga peningkatan orientasi karir antara pelajar umur 17 atau 18tahun.sementara banyak pelajar pada 2-4tahun kuliah memilih untuk mengejar pengetahuan budaya atau gelar ilmuan, ada tekanan yang besar dalam menjaga fleksibilitas, dengan lebih banyak pelajar mengambil 2 jurusan.seperti bisnis dan ilmuan computer atau pelajar dan psikologi. Ada juga sedikit keraguan pada penggantian jurusan. Dengan realisasi karir yang cocok itu lebih penting daripada kenyamanan mengejar rencana asli mereka. Kemudian juga, ada banyak kecendrungan untuk keluar dari kuliah. Dengan hamper 70% dari pelajar pada 2 tahun komunitas kuliah di keluarkan bersama-sama atau yang lain. Walaupun banyak yang mendaftar ulang pada tanggal selanjutnya (Golladay & Noel, 1978). Sementara siswa yang lebih tua mungkin merasakan gelisah untuk kembali kesekolah, kebanyakan dari mereka langsung menemukan kedewasaan mereka dan merasakan arah pada pengalaman kuliah mereka bahkan lebih berarti dan memuaskan.

Ini tidak biasanya untuk orang2 memilih sebuah jurusan setelah kuliah untuk sejumlah alasan. Pada survei Psikologi Hari Ini,hamper 40% dari responden melaporkan bahwa mereka mendapatkan pekerjaan dengan kesempatan tanpa banyak pertimbangan. 16% lainnya mengatakan bahwa mereka sudah menyelesaikan pekerjaan sekarang mereka karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Hanya 23% dari responden yang bekerja pada pilihan pekerjaan mereka (Renwick &Lawler,1978). Survey lainnya menemukan bahwa 2/3 dari laki-laki dan setengah dari perempuan sudah memutuskan untuk mencari pekerjaan setelah meninggalkan kuliah. Ketika ditanya apakah pendidikan yang mereka dapat memberikan mereka keahlian yang di butuhkan untuk pekerjaan mereka saat ini, 38% membalas bahwa sudah “sangat berguna” sementara 50% lainnya mengatakan bahwa itu sudah “agak berguna”. Hanya 12% merasakan bahwa kuliah tidak memberikan manfaat sama sekali. Ketika ditanya program mana yang mereka akan sarankan untuk persiapan bekerja di banyak bidang, mereka mereka lebih menyukai kursus bagaimana cara untuk berkomunikasi dan bisa bersapa dengan orang-orang sebaik

Menangani angka-angka dan praktek bisnis umum ( The New York Times,Nov,7,1976)

MEMILIH SEBUAH PEKERJAAN YANG COCOK

Banyak orang bekerja dengan pekerjaan yang mereka tidak sukai atau tidak bisa diatasi, hasilnya besar ketidak mampuan penyesuaian diri dan jutaan dolar terbuang sia-sia. Sebagai hasilnya, penitng meningkatkan pilihan sebuah pekerjaan yang cocok dengan ketertarikan dan kemampuan. Tapi ini adalah sesuatu yang anda dan saya harus lakukan untuk diri sendiri.

Karakteristik Pribadi

Sebuah awal yang bagus adalah memilih ketertarikan apa yang kamu punya pada diri sendiri dan kemampuan. Kalian adalah sebuah gabungan unik dari sifat pribadi,ketertarikan,keahlian dan harga. Semakin baik yang kalian dapat ketahui mengenai diri kalian sendiri maka lebih bijaksanadalam mengambil  keputusan.

Apa yang paling membuat anda tertarik.data atau sesuatu?pelajaran apa yang paling anda sukai di sekolah? Kegiatan Ekstrakurikuler apa yang anda sukai? Bagaimana dengan kerja paruh waktu? Coba temukan mengenai apa pekerjaan tersebut yang membuat mereka tertarik  kepada anda. Apakah itu kegiatanya sendiri? Atau orang-orang didalamnya?

Bagaimana dengan kemampuan anda? Apa pekerjaan terbaik yang anda bisa lakukan?yang paling anda kuasai?tidak peduli berapa banyak kemampuan yang anda miliki. Penting untuk menyadari bahwa masing-masing dari kita berkualitas untuk banyak kedudukan yang berbeda.tidak hanya satu. Seperti olahraga athletic termasuk terbatas untuk sejumlah orang yang memiliki otot dan keahlian. Jadi kebanyakan pekerjaan memerlukan hanya beberapa keahlian spesifik atau karakteristik. Rahasianya terletak pada menemukan jenis pekerjaan yang memerlukan kekuatan tertentu yang anda miliki.

Untuk memperluas kedua ketertarikan dan bakat kalian akan berubah dengan pengalaman dan waktu. Penelitian sudah menunjukkan kategori ketertarikan yang luas, seperti pada bidang obat-obatan.teknik atau bisnis, tetap stabil dari para remaja.(Campbell,1971). Jika kalian menyukai sesuatu pada saat anda belasan dan awal 20, kesempatan yang sama akan kalian sukai pada tahun-tahun selanjutnya.

Mungkin kalian pernah mendengar seseorang mengambil sebuah tes psikologi untuk membantu pemilihan karir. Sebenarnya , kebanyakan dari persediaan ketertarikan anda daripada sebuah test biasa. Saat ini, satu dari kebanyakan menggunakan instrument tes adalah Strong-Campbell Interest Inventory (SCII) yang mana menggabungkan banyak item dari versi awalnya Strong Inventory for males and females dengan menghilangkan item yang berdasarkan jenis kelamin.hasilnya, yang mana biasanya dibagi secara terbuka dengan individu, menunjukan bagaimana ketertarikan seorang individu dibandingkan dengan orang-orang lain yang memiliki kedudukan yang berbeda.

Apakah tes ketertarikan tersebut membantu anda membuat keputusan yang tepat  pada pemilihan kerja? Semua tergantung dari bagaimana kita menggunakanya. Jika kalian mengandalkan hasil tersebut sebagai sebuah pengganti untuk membuat keputusan pribadi,maka jawabanya akan negative. Tapi jika kalian menggunakan hasil  tersebut sebagai sebuah sumber untuk mengklarifikasi ketertarikan kalian dalam rangka untuk membuat sebuah keputusan,maka jawabanya pasti positif. Seperti halnya instrument yang menunjukan reliabilitas yang besar dalam memprediksi apa seorang individu akan bersikeras atay keluar dari bidang pekerjaan tersebut. Mereka tidak bisa memprediksi kesuksesan pada bidang yang diberikan karena kebanyak factor subjektif terlibat didalamnya. Tapi sudah itemukan bahwa apa yang membuat  berhasil biasanya mendemonstrasikan lebih tinggin daripada rata-rata skor ketertarikan,sementara siapa yang akan keluar nanti biasanya lebih rendah daripada rata-rata skor(Shertzer,1981)

KARAKTERISTIK PEKERJAAN

Sekali anda memulai menjelajahi ketertarikan anda sendiri,kemampuan,dan nilai, kalian siap untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan karakteristik pribadi anda. Dengan lebih dari 20.000 pekerjaan yang berbeda untuk dipilih,ini bukanlah tugas mudah. Untungnyam ada sumber buku untuk membati pencarian tersebut. Seperti yang banyak digunakan Dictionary of Occupational (DOT) dan Occupational Outlook Hand-book. Kedua buku direvisi secara teratur oleh pemerintah percetakan. Sebagai tambahan, berbagai macam pekerjaan sudah teratur pada dasar keluarga atau kelompok dari pekerjaan yang terkait. Masing-masing kelompok menunjukan tokoh 9-1 berisi ratusan pekerjaan yang terdekat. Contohnya, bidang kesehatan termasuk sejumlah besar pekerja kesehatan-dokter,perawat,apoteker, dokter gigi,kebersihan gigi,hanya untuk beberapa nama. Ini sering membantu memilih 2 dari 3 pekerjaan kelompok yang kalian paling tertarikm dan mulai menelusuri beberapa pekerjaan spesifik pada kelompoknya.

Sebuah perangkat yang membantu untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok untuk kamu adalah John Holland’s Self Directied Search For Vocational Planning. Yang mana dapat dikelola sendiri. Ini berdasarkan dari kenyataan bahwa manusia di bidang pekerjaan yang samasering memiliki sifat yang mirip,ketertarikan dan kebiasaan dalam melakukan sesuatu. Holland (1973) menggambarkan 6 dari jenis kepribadian bersama dengan lingkungan kerja mereka yang baik. Setelah mencocokan sejumlah kegiatan,ketertarikan dan perkiraan kemampuan anda sendiri, kalian menjumblahkan item untuk menemukan 3 jenis kepribadian yang paling menyerupai.kemudian pada pekerjaan yang terpisah penemu buklet, kalian mencocokan berbagai jenis kepribadian digabungkan dengan beberapa pekerjaan yang cocok. O’connel dan Sedlacek (1972) sudah menemukan Self-Directed search lebih handal dan sedikit membantu untuk perencanaan ketertarikan jurusan.

PERANGKAP DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN

Ini penting untuk menyadai bahwa memilih sebuah pekerjaan tidaklah keputusan sepihak, tapi melibatkan serangkaian keputusan bertahun-tahun. Pada prosesnya, ada  perangkap tertentu yang seharusnya anda lawan.

Pertama adalah bahaya keputusan premature. Contohnya, kalian mungkin menjawab dengan malu, “saya tidak tau” pada sejumlah pertanyaan yang menanyakan, “jenis pekerjaan apa yang ingin anda lakukan?” ada tekanan yang besar untuk menjawab pertanyaan seperti, “saya pikir saya ingin menjadi insinyur,” karena ketertarikan yang lebih awal dalam bidang ini.setelah belajar lebih mengenai apa yang diperlukan pada bidang ini, kalian mungkin merasa sedikit antusias dengan pilihan ini, tapi memerlukan waktu yang lebih lama daripada yang seharusnya,kebanyakan untuk menyelamatkan muka.

Perangkap yang lain adalah Pilihan yang kebetulan, seperti memilih jurusan utama pada saat SMA atau kuliah dengan sedikit meemikiran konsekuensinya, atau sisa pada pekerjaan karena pekerjaan pertama anda.memilih sebuah pekerjaan secara luas karena  perangkap dari luar, seperti uang atau gengsi adalah perangkap yang lain.

Satu dari kesalah terbesar, berdasarkan penasihat jurusan adalah “menunggu sesuatu terjadi”, malah, kalian harus mengambil inisiatif dan ikut aktif pada proses pencarian pekerjaan yang cocok.

Seperti telah disebutkan literatur pendidikan dan profesional. Mereka biasanya tersedia di perpustakaan atau konseling sekolah. Selain itu, beberapa perguruan tinggi sekarang menawarkan kursus dan lokakarya pembinaan karir, yang dirancang khusus bagi mereka yang ragu-ragu. Paruh-waktu pekerjaan dan program kerja-studi juga menawarkan kesempatan berharga untuk menemukan apa jenis pekerjaan yang Anda suka atau tidak suka.

Perangkap potensial lainnya adalah kegagalan untuk menyadari bahwa pilihan pekerjaan awal mereka dapat dimodifikasi atau diubah dengan pengalaman. Dalam studi longitudinal terkenal laki-laki. Daniel Levinson dan rekan-rekannya (1978) menemukan bahwa proses pembuatan lengan pilihan karir yang lebih panjang dan lebih keras daripada biasanya menggambarkan. Pria yang membuat komitmen publik yang kuat di usia dua puluhan, tanpa evaluasi yang cukup dari diri mereka sendiri atau menjelajahi pekerjaan alternatif sering menyesal kemudian. Di sisi lain, mereka yang menunda membuat komitmen profesional dan umumnya menyangkal tiga puluh neccecarry pengalamannya untuk membuat hak. Levinson menyimpulkan bahwa “salah satu paradoks besar pembangunan manusia adalah bahwa kita terpaksa membuat keputusan penting sebelum kita memiliki pengetahuan, percobaan diri dan memilih dengan bijak. Namun, jika kita berurusan dengan pilihan ini sampai kita benar-benar siap, keterlambatan dapat mengakibatkan lain, biaya lebih tinggi ” Levinson (1978, p.102). Semua ini menunjukkan bahwa perlu untuk memilih suatu pekerjaan tapi tetap pilihan ini terbuka untuk revisi didasarkan pada pertumbuhan dan pengalaman berikutnya.

  • Penyesuaian Pekerjaan

Apakah anda tahu bahwa anda meningkatkan kesempatan hidup anda lebih lama ketika anda sedang bahagia dalam pekerjaan anda sesuai dengan studi  jangka panjang, kepuasaan kerja dan kebahagiaan pribadi diharapkan umur panjang lebih baik dari sebuah evaluasi medis atau genetic. Disisi lain, ketidakpuasan di tempat kerja tidak hanya memperpendek umur anda tapi juga membuat anda lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit stress, seperti hipertensi. Diantara faktor yang berhubungan dengan pekerjaan yang meningkatkan resiko penyakit atau kematian yang lebih tinggi dan berlebihan secara terus menerus. Kurangnya penghargaan dan dukungan, kondisi kerja yang buruk, serta bekerja dipekerjaan yang berulang-ulang membosankan.

  • Kepuasan Pada Pekerjaan

Ada banyak cara untuk memberitahu betapa bahagia orang-orang di tempat kerja mereka. Anda dapat mengamati erithusiasm mereka dan minat kerja, produktivitas, dan kualitas pekerjaan mereka atau Anda dapat mengukur ketidakpuasan mereka dengan catatan absentsceism mereka atau frekuensi perubahan pekerjaan. tapi ukuran yang paling langsung dan sering digunakan hanya untuk meminta orang seberapa baik mereka melakukan pekerjaan mereka.

Dilihat dari jajak pendapat tentang hal ini, mayoritas pekerja puas dengan pekerjaan mereka. Meskipun persentase yang tepat bervariasi menurut penelitian ini. Sebuah studi yang didanai oleh Pemerintah, sampel yang representatif pekerja AS pada akhir tahun tujuh puluhan menemukan bahwa 88 persen dari mereka adalah baik “agak” atau “sangat” puas mendorong pekerjaan mereka.  Sedikit penurunan dari pertengahan tahun tujuh puluhan (di New York,Dec.17.1981). Hasil yang sebanding dapat dilihat dalam survei Yankelovich (1974) menunjukkan bahwa 80 persen rata-rata dari semua pekerja yang “agak” atau “sangat” puas dengan pekerjaan mereka. Kepuasan kerja lebih tinggi di antara eksekutif dan profesionalisme dan terendah di antara pekerja non-manual.

persentase kecil pekerja merasa puas dengan pekerjaan mereka menurut survei psikologi hari ini disebutkan sebelumnya (Renwick & Lawler, 1978). Hanya dua-pertiga dari semua pekerja umumnya puas dengan pekerjaan mereka. Sekitar seperlima responden sangat puas dengan pekerjaan mereka. Dengan lima lain tidak harus puas dengan pekerjaan mereka. Manajer, eksekutif, dan profesional lebih puas. Kurang sering depresi tentang pekerjaan mereka, dan kurang cenderung merasa terjebak dalam pekerjaan mereka daripada tidak terampil. Semiskilled, dan pekerja administrasi adalah para pekerja yang paling tidak puas dan masih muda (dibawah 24). Kulit hitam, dan mereka yang berpenghasilan rendah. Temuan terakhir adalah relevan karena peningkatan tingkat pendidikan pekerja muda, ditambah dengan sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai, peningkatan ketidakpuasan pekerja  berpendidikan orang-orang yang terpaksa mengambil kurang menantang, posisi yang lebih rendah yang membayar tidak hanya mengungkapkan tingginya tingkat ketidakpuasan kerja tetapi juga mengubah pekerjaan lebih sering.

Seperti yang mungkin Anda harapkan, pekerja dalam survei peringkat gaji psikologi dan kurangnya kemajuan sebagai penyebab utama ketidakpuasan kerja. Tetapi mereka juga tidak senang dengan cara kinerja mereka dievaluasi dan reward dan pujian jalan bersama. Keluhan sering berpusat di jalan atau otoriter secrecive beberapa organisasi pergi tentang persetujuan anggaran dan promosi. Hampir setengah berpikir bahwa para pekerja lebih maju dalam organisasi lebih tergantung pada “siapa yang Anda tahu” daripada “seberapa baik Anda lakukan” (Renwick & Lawler.1978)

Kepuasan pada pekerjaan sering dapat ditingkatkan dengan inovasi dalam kondisi kerja. motor Umum, misalnya, telah bereksperimen dengan pendekatan baru dalam beberapa daya terganggu oleh moral yang buruk dan produktivitas yang rendah. Dalam tanaman ini eksperimental, aturan perakitan-baris yang lama telah digantikan oleh pendekatan baru yang memberikan pekerja suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka, membuat pekerjaan mereka lebih menantang dan menarik, dan memperlakukan mereka dengan martabat (Yankelovich, 1981).

Di antara inovasi dicoba pada pengaturan pekerjaan lain yang dapat digunakan lebih luas dari jam kerja yang fleksibel, minggu kerja yang lebih pendek, bagi hasil, rencana opsi saham, pembagian kerja, pembagian kerja, dan penggunaan yang lebih besar dari pekerjaan paruh waktu. Jauh dari memproduksi anarki, perubahan ini cenderung untuk meningkatkan semangat dan produktivitas. jam kerja yang lebih fleksibel juga meningkatkan kepuasan kerja dengan mengurangi konflik antara tuntutan pekerjaan, kebutuhan keluarga, nilai dari waktu luang dan kebutuhan pendidikan (Stetson, 1981).

  • perempuan dan bekerja

Kami telah menunjukkan bahwa perempuan telah menjadi proporsi yang lebih besar dari angkatan kerja. Dengan lebih dari setengah dari mereka bekerja di luar rumah setiap saat. Meskipun orang sering berasumsi bahwa perempuan bekerja terutama untuk mendapatkan uang, hal ini tidak selalu terjadi, terutama ketika tinggi pendapatan suami. Ketika perempuan dalam survei hari ini ditanya apakah psikologi akan bekerja bahkan jika mereka bisa hidup nyaman tanpa itu, perempuan dan laki-laki adalah untuk melanjutkan, menyatakan bahwa arti dari psikologi kerja sangat penting bagi mereka sebagai laki-laki (Renwick & Lawler1978). Pekerjaan juga memiliki seorang wanita rumah, memberikan persyaratan kertas yang lebih jelas dan pembayaran jauh dari rumah untuk bekerja dan kontak dengan orang lain. Sehingga meningkatkan rasa kompetensi dan harga diri (Ferree, 1976).

Setidaknya satu studi menunjukkan bahwa perempuan umumnya puas dengan pekerjaan mereka sebagai laki-laki. Namun, perempuan menyatakan tingkat kepuasan yang lebih rendah dalam kantong tertentu dari pekerjaan mereka. Kesempatan untuk belajar hal baru, kebebasan kerja, partisipasi dalam pengambilan keputusan, prospek promosi dan membayar (Renwick & Lawler, 1978). Wanita kadang-kadang mengeluhkan diskriminasi dalam membayar, seringkali dengan alasan yang baik. Lulusan dari Sekolah Tinggi perempuan masih mendapatkan hanya sekitar dua pertiga gaji seorang pria dengan pendidikan yang sama. Wanita dengan pendidikan kurang tarif lebih buruk (USBureau sensus tahun 1981).

pilihan seorang wanita dari suatu pekerjaan berjalan jauh untuk meningkatkan atau membatasi kesempatan Anda untuk menjadi puas dengan pekerjaan yang lebih tinggi meskipun jumlah perempuan menghadiri universitas dan sekolah pascasarjana. Kebanyakan wanita masih ditargetkan untuk pekerjaan tradisional perempuan relatif kurang dibayar, di mana pekerjaan langka. Akibatnya, lebih banyak perempuan dilatih di TK, pekerjaan mengajar primer dan sekunder yang tersedia. Pada saat yang sama, beberapa ahli memproyeksikan bahwa akan ada pekerjaan lebih dari kandidat yang berkualitas di bidang-bidang seperti bisnis, teknik, kedokteran dan pengolahan data elektronik. Namun, seringkali motivasi. Luar biasa perempuan yang mencari pekerjaan ini sementara mayoritas wanita masih tidak diberitahukan atau wiling untuk mengeksplorasi alternatif untuk pekerjaan perempuan tradisional (Cerra, 1980).

Permasalahan lainnya adalah berkaitan dengan pelecehan seksual dan diskriminasi dalam pekerjaan. Dalam satu survei, perempuan lebih banyak mengeluh bahwa pekerjaan mereka tidak sepadan dengan keterampilan dan pelatihan karena diskriminasi seksual. keluhan lain yang diharapkan lebih fokus pada pekerjaan dan pekerjaan bergengsi kurang dari pekerja lain dengan pekerjaan yang sama dan menerima membayar kurang (Renwick & Lawler, 1978).

Perempuan segera menemukan bahwa bekerja di luar rumah tidak menyayangkan tugas rumah tangga mereka. Dari tiga-perempat dari ibu bercerai, dibandingkan dengan hanya sekitar setengah dari ibu menikah, bekerja di luar rumah, ia menggunakan pekerjaan dapat menjadi sangat memberatkan bagi ibu yang bekerja belum menikah (US Biro Sensus, 1980) tetapi perempuan yang menikah tidak selalu jauh lebih baik. Laporan menunjukkan bahwa wanita terus melakukan sebagian dari memasak, belanja, dan membersihkan diri setelah makan. Ketika ada anak-anak atau perempuan umumnya mengurus mereka berbagi tanggung jawab dengan suami mereka, tetapi wanita yang lebih muda, tugas rumah tangga semakin besar kemungkinan dibagi rata, sebuah tanda bahwa perubahan terjadi secara bertahap. Ketika datang untuk yang karirnya menjadi prioritas, namun hampir dua pertiga orang yang mengklaim karir mereka datang pertama sementara hanya satu dari sepuluh perempuan pf mengadopsi posisi ini. Selanjutnya, semakin tinggi pendapatan, lebih banyak perlawanan ia harus bergerak demi pekerjaan istrinya (Ridley,1973).

  • Perubahan pasokan dan permintaan.

Kepuasan kerja sebagian bergantung pada apakah ada masa depan di dalamnya. Ini harus diperhitungkan saat memilih karir. Pada saat yang sama, semua pekerjaan dipengaruhi oleh perubahan penawaran dan permintaan tenaga kerja, meskipun beberapa lebih daripada yang lain.

Kecenderungan terhadap konsolidasi dalam bisnis dan pertanian, seiring dengan meningkatnya teknologi, semua bergabung untuk menghasilkan perubahan signifikan dalam pola kerja. Ini berarti bahwa para pekerja pertanian dan pekerja tidak terampil terus mengalami kesulitan menemukan yang memadai, sementara para pekerja profesional dan teknis, manajer, orang Penjualan dan karyawan Kantor akan bekerja memanggil jauh lebih baik. Karena jumlah industri jasa-memproduksi meningkat pada tingkat yang lebih cepat dari sejumlah produsen di industri yang baik dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut dengan sekitar 30 persen antara 1980 dan 1990, peluang kerja harus menguntungkan dalam bidang seperti keuangan , pemerintahan yang nyata dan pengolahan data. Juga mencatat peningkatan dramatis dalam lowongan yang diproyeksikan untuk panitera, kebanyakan untuk menggantikan pekerja yang pensiun, transfer ke pekerjaan lain atau hanya berhenti bekerja, mungkin untuk menghadiri kuliah atau mengurus keluarga.

prospek kerja juga tergantung pada tingkat pendidikan. Karena tingkat pendidikan rata-rata tenaga kerja sekarang lebih dari 12 tahun tanpa pendidikan menengah adalah jelas merugikan. Berpendidikan rendah, orang-orang muda dengan sedikit keterampilan akan memiliki tingkat tertinggi pengangguran, sementara lulusan perguruan tinggi tetap dengan anak. Namun, peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi satu dari empat lulusan perguruan tinggi harus puas dengan pekerjaan yang sebelumnya dipegang oleh orang dengan kurang dari empat tahun kuliah. Sementara lulusan perguruan tinggi masih memiliki keunggulan kompetitif atas mereka yang berpendidikan kurang, kemungkinan mereka akan lebih baik di daerah yang paling bernilai pendidikan tinggi, tulisan terutama profesional dan manajerial (profesional outlook hanabook, edisi 1980-1981).

  • Mengubah pekerjaan

Setiap profesi yang Anda pilih, ada kemungkinan bahwa Anda akan mengubah pekerjaan pada satu waktu atau yang lain. Rata-rata orang membuat sekitar sepuluh perubahan pekerjaan besar (atau majikan) selama karirnya. Sebagian besar dari perubahan ini terjadi ketika orang berada dalam usia dua puluhan dan tiga puluhan, ketika untuk mencari aktivitas pekerjaan lebih menjanjikan. Ketika pria dan wanita berusia empat puluhan, mereka cenderung untuk membuat satu atau dua pekerjaan perubahan selama karir mereka. Secara keseluruhan, rata-rata jumlah tahun seseorang terus pekerjaan cleclined sekitar empat setengah tahun pada tahun 1963 menjadi sekitar tiga setengah tahun pada tahun 1980. Pada saat yang sama, lebih dari setengah dari semua pekerja Amerika memiliki pekerjaan yang terakhir lima tahun atau lebih, dengan durasi kerja meningkat dengan usia (Crittenden, 1980).

Orang merasa gelisah karena beberapa alasan. Beberapa orang menemukan bahwa perubahan ekonomi telah mengurangi permintaan keterampilan mereka, dan harus belajar yang baru. Lain halnya melalui krisis pertengahan karir dan dipaksa untuk menilai kembali tujuan mereka. Dalam kasus, orang mungkin menyadari bahwa mereka telah membuat pilihan karir miskin. Sebuah survei mengungkapkan bahwa hampir 40 persen responden telah di pekerjaan mereka dengan kecelakaan dengan musyawarah sedikit. 16 persen lainnya mengakui bahwa mereka telah ditetapkan untuk pekerjaan mereka saat ini karena dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di bidang yang mereka pilih. Hanya 23 persen responden yang bekerja dalam pekerjaan pilihan mereka. Hampir setengah dari pekerja merasa “dikunci” untuk pekerjaan mereka, dengan sebagian besar merasa bahwa waktunya tidak tepat untuk perubahan. Para pekerja tidak terampil dan semiskilled mengungkapkan perasaan terkuat jebakan, dan banyak orang merasa akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sama dengan saat ini. Manajer dan eksekutif, di sisi lain, umumnya merasa mereka telah banyak yang dipertaruhkan untuk meninggalkan posisi mereka saat (Renwick & Lawler, 1978).

Secara keseluruhan, perubahan pekerjaan yang lebih sulit untuk mengubah pekerjaan meskipun keduanya semakin sulit dengan usia. Dalam banyak kasus, individu berubah menjadi pekerjaan di bidang terkait. Dengan hanya sedikit pelatihan dan pelatihan kembali. Dalam kasus lain di mana ada ketidakpuasan dalam perubahan yang lebih drastis dari pekerjaan atau pekerjaan mungkin diperlukan. Yang penting adalah untuk menemukan sesuatu yang Anda benar-benar menikmati melakukan hal yang menantang kemampuan di tempat untuk menyimpan pekerjaan terutama karena keamanan atau mempertahankan reputasi. Terlalu banyak orang yang bekerja dalam pekerjaan di bawah potensi mereka, terutama karena mereka takut pengangguran lebih dari kebosanan. Namun, beberapa orang lakukan ketika mereka sedang mengerjakan sesuatu yang Anda sukai dan yang baik selama ada kebutuhan di masyarakat.

  • waktu luang

Tidak ada yang suka bekerja sepanjang waktu. Sebagian besar dari kita menginginkan pergi ke sendiri dan dengan keluarga kita. Istilah tradisional yang digunakan untuk waktu tidak bekerja seperti itu liburan, secara harfiah berarti “waktu off bekerja atau tugas.” Kebanyakan dari kita berpikir bahwa kita memiliki waktu luang lebih baik. Namun peningkatan waktu luang sekarang menimbulkan masalah bagi banyak orang.

  • meningkatkan waktu luang

Saat ini, banyak yang menggabungkan kekuatan untuk membawa kita lebih banyak waktu luang. Di satu sisi, meningkatnya penggunaan komputer dan bentuk lain otomatis lebih banyak dilakukan dengan pekerja lebih sedikit dan sedikit waktu. Pada saat yang sama, memasuki pasar tenaga kerja untuk yang lebih muda, perempuan dewasa dan ancaman minoritas mempertahankan tingkat pengangguran yang tinggi atau mengubah distribusi pekerja. Rata-rata pekerja sekarang memiliki liburan dibayar dan hari libur, dan janji jangka waktu yang lebih mendukung pensiun penghasilan. Sementara inflasi, pajak yang lebih tinggi dan peningkatan biaya pendidikan (dan hampir segala sesuatu yang lain) mengancam offset manfaat ini, tren jangka panjang terhadap waktu bebas lebih banyak.

Kebanyakan orang menghabiskan begitu banyak waktu luang dan kegiatan di tempat kerja, antara 30 dan 40 jam per minggu rata-rata. Pada kelompok usia 18 sampai 25 dan lebih dari 50 tahun menghabiskan berjam-jam dua kali lagi dalam kegiatan rekreasi dan di tempat kerja. Kenyamanan kegiatan dapat berkisar dari kegiatan di luar ruangan, aktif, seperti berjalan dan bersepeda pencarian lebih pasif, interior, seperti menonton televisi. Meskipun liburan disukai sedikit berbeda menurut umur dan jenis kelamin, serta apa yang ada dalam mode, yang merupakan aktivitas yang paling populer di kalangan populasi umum di urutan mengunjungi kebun binatang dan taman, piknik, drive, berjalan atau berlari, berenang, sightecing , menghadiri acara olahraga, olahraga bermain atau permainan, memancing dan alam berjalan (Indikator Sosial III, 1980).

Bentuk lain dari hiburan saat berlibur. Berdasarkan survey

243 kerja dan waktu luang
Kebanyakan survei menunjukkan bahwa mayoritas pekerja puas dengan pekerjaan mereka, meskipun kepuasan kerja biasanya tertinggi di antara manajer, eksekutif, dan pekerja profesional. keluhan yang paling cenderung datang dari, perempuan, kulit hitam, dan pekerja muda, dan mereka yang berpendapatan rendah. pergeseran konstan dalam penawaran dan permintaan berbagai jenis pekerja juga mempengaruhi penyesuaian pekerjaan, meskipun pekerja berpendidikan tinggi tetap memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan mereka yang berpendidikan kurang. Namun demikian. Orang perubahan pekerjaan sekitar sepuluh kali rata-rata selama hidupnya atau dia, dengan sebagian besar perubahan yang dilakukan selama dua puluhan orang, dan tiga puluhan.

Minggu kerja yang progresif lebih pendek sekarang memberikan pekerja lebih banyak waktu luang mereka topi di masa lalu, sementara kebanyakan orang menghabiskan waktu sebanyak kegiatan rekreasi seperti di tempat kerja. Mereka tidak selalu tahu bagaimana memanfaatkan waktu luang mereka. Mengingat prospek bertentangan kerja otomatis dan keinginan pekerja untuk makna kerja ful, penggunaan positif liburan dapat memberikan arti yang sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan dan kewarasan dari banyak pekerja
PERTANYAAN UNTUK REFLEKSI DIRI
1. Apakah Anda yakin bahwa kerja keras selalu membayar off?
2. Apakah tiga hal yang paling penting yang Anda cari dalam pekerjaan?
3. Manakah dari tahapan don Super kejuruan identitas Anda saat ini di?
4. Sampai sejauh mana Anda ?
5. Dalam cara apa yang Anda harapkan sebuah perguruan tinggi pendidikan untuk keuntungan karir Anda?
6. Apakah Anda secara aktif bekerja untuk memilih pekerjaan yang kompatibel? Atau apakah Anda kebanyakan menunggu?
7. Apa jenis rasio penawaran dan permintaan yang mendahului bagi Anda pekerjaan yang diminati?
8. Jenis pekerjaan yang telah Anda menyukai yang paling full-time atau paruh waktu?
9. Berapa banyak pekerjaan yang berbeda yang telah Anda sejauh ini termasuk pekerjaan paruh waktu?
10. Manakah dari kelly, AOS untuk jenis waktu luang Anda terlibat dalam paling sering?

OLAHRAGA
1. mengidentifikasi data-keterampilan kerja, orang atau benda?
Mungkin Anda  mendengar pepatah lama bahwa beberapa orang akan bekerja dengan orang, sementara yang lain lebih baik dalam bekerja dengan hal-hal. Walaupun hebat  disederhanakan, ada, AOS beberapa kebenaran ini. Lebih realistis, thougt, setiap pekerjaan membutuhkan bekerja baik dengan orang-orang dan hal-hal, serta dengan informasi. Salah satu pekerjaan differencesbetween utama, bagaimanapun, adalah tingkat relatif mana jenis-jenis keterampilan yang terlibat.
Pilih lima atau lebih pekerjaan di mana Anda memiliki minat beberapa. Kemudian, dengan menggunakan sistem klasifikasi listedbelow, memperkirakan sejauh mana masing-masing pekerjaan melibatkan keterampilan masing-masing bekerja dengan data (atau informasi), orang, atau hal.
Data pekerjaan orang
1. A
2. B
3. C
4. D
5. E
system yang menggolongkan tiga jenis keterampilan yang tercantum di bawah adalah satu yang sama digunakan dalam Kamus Kerja Judul (DOT) yang diterbitkan oleh kantor percetakan pemerintah. Keahlian yang disusun dalam urutan hirarkis menurut salah satu kompleksitas keterampilan. Dari keterampilan yang paling kompleks (0) dengan yang menyeringai (nomor meningkat). Kombinasi dari ketiga nomor sesuai dengan tiga angka terakhir 316 akan melibatkan tingkat yang relatif tinggi keterampilan untuk deling dengan data, tingkat keterampilan yang tinggi untuk berurusan dengan orang, tetapi sedikit keterampilan untuk bekerja dengan hal-hal. Pilih nomor yang sesuai dari daftar berikut untuk menyisipkan di bawah data / orang / kolom hal-hal pada tabel Anda. Cjeck untuk melihat seberapa baik Anda diperkirakan dengan melihat      pilihan kerja Anda dalam DOT.

Data orang hal-hal
0. Mensintesis 0. Mentoring 0. Menyiapkan
1. Koordinasi 1. Negosiasi 1. Precistion kerja
2. Menganalisa 2. Instructhing 2. Operationing mengendalikan
3. Kompilasi 3. Mengawasi 3. Mengemudi, operasi
4. Komputasi 4. Mengalihkan 4. memanipulasi
5. Menyalin 5. Membujuk 5. Merawat
6. Membandingkan 6. Berbicara. Signaling 6. Makan
7. No signivicant 7. Melayani 7. Penanganan hubungan
8. No signivifcant 8. No signivifcant 8. No signivifcant
Hubungan hubungan hubungan

2.matching kepribadian Anda dengan pekerjaan yang kompatibel
Pelajari daftar Belanda, AOS enam tipe kepribadian-pekerjaan atau tema disajikan sebelumnya dalam bab ini. Kemudian pilih jenis trhee yang paling mencirikan kepribadian Anda dalam satu, dua tiga orde. Misalnya, jika Anda berpikir Anda paling, eko kepribadian tipe sosial, dan tingkat yang lebih rendah seperti jenis intivestigative, dan evon kurang seperti tipe artistik, maka tiga pilihan utama Anda akan SIA

Jika kamu akan mengerjakan latian jenis seperti  ini lebih sistem matis kamu mungkin tertarik dalam pencarian jonh Holland,menjual di arahkan untuk perencanaan , kejuruan menggunakan instrument menyediakan data yang lebih spesifik ,aktifis, minat dan kemampuan yang  lebih gilirannya  membantu kamu untuk menemukan tipe kepribadian yang paling has dari kamu .kemudian juga , buku kerja lidernya ,menyediakan daftar lengkap lebih dari pekerjaan yang sudah di atursesuai dengan kemungkina kombinasii,yang berada dari  6 tips kepribadian ,kerja juga menunjukan tingkat pendidikan ol/ pelatihan yang di butuhkan untuk pekerjaan masing-masing.

Pencarian –menjual harus tersedia perguruabn tinggi yang paling conlesting , meskipun di rancang (biasanya dalam waktu kurang dari 1  jam ) ketrbicaan atas hasil anda dengan konselor biasa yang lebih bermanfaat

3. sesuaikan minat dan ketentuan anda

Bautlah daftar lengkap dari semua prestasi yang kamu telah menikmati melakukannya ini harus  mencakup apapun yang anda  merasa nyaman . tapi peroyek-proyek sekolah ,pekerjaan , hoby ,olah raga  atau kegiatan masyarakat.anda termaksd hal yang dilakukan kebanyakan oleh sendiri / bersama orang-orang lain.

Kemudian pilih sesuai / lebih ol prestari yang paling menyengkan mendaftarnya di urutan yang paling menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan daftarkan bebrapa prestasi ,anda yang lebih baru sejak dulu hidup anda .

4.persyaratan kejujuran .

Kebanyakan orang sibuk menpersiapkan pekerjaan tampan mengetahui banyak spesifikasi pekerjaan itu apa yang sebenarnya orang lakukan dalam pekerjaan. Sesuatu alasan agar orang lebih muda di harap kan untuk memilih perguruan tinggi sebelum mereka memilih banyak pengetahuuan ato pengalalaman dalam dunia kerja alasan lain bahwa upaya yang mungkin orang tertarik dalam dunia kerja karna prestasi .

 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2011 in Uncategorized

 
 
Design a site like this with WordPress.com
Get started