RSS

Kepribadian Sehat

08 Mar

Kepribadian Sehat

Dalam psikologi,Kita mengenal beberapa teori-teori dan alira. Pada tulisan ini,kita akan melihat kepribadian yang ditinjau dari aliran psikoanalisa,humanistic,behavioristik dan pendapat allport tentang kesehatan mental.

Psikoanalisa

Psikoanalisis (atau psikologi Freudian) adalah tubuh ide-ide yang dikembangkan oleh  Sigmund Freud dan dilanjutkan oleh orang lain.Hal ini terutama dikhususkan untuk mempelajari fungsi psikologis dan perilaku manusia.Freud mengembangkan teori prilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Titik penting dari keinginan dan dorongan ini,menurut teori psikoanalisa adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual,dengan kata lain,mereka tidak disadarai. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran.

Teori freud mengenai kepribadian dapat diikhtisar dalam rangka struktur,dinamika dan perkembangan kepribadian.

  1. Strutktur Kepribadian

Menurut Freud kepribadian terdiri atas tigas system atau aspek,yaitu:

  1. Das Es (the id),yaitu aspek biologis.
  2. Das Ich (the ego),yaitu aspek psikologis
  3. Das Ueber ich (the super ego) yaitu aspek sosiologis.

1.Das Es (the id)

Aspek ini adalah aspek biologis dan merupakan system yang original di dalam kepribadian; dari aspek inilah kedua aspek yang lain tumbuh. Freud menyebutnya juga realitas psikis yang sebenar-benarnya (The true physic reality). Das Es berisikan hal-hal yang dibawa sejak lahir (unsure-unsur biologis), termasuk instink-instink.Energi psikis didalam Das Es itu dapat meningkat oleh karena perangsang,baik perangsang dari luar maupun dari dalam. Apabila energy itu meningkat,maka lalu menimbulkan tegangan dan ini menimbulkan pengalaman tidak enak. Jadi yang menjadi pedoman dalam berfungsinya das Es ialah menghindarkan diri dari ketidakenakan dan mengejar keenakan. Pedoman ini disebut Freus “Prinsip kenikmatan”.

2. Das Ich

Aspek ini adalah aspek psikologis daripada kepribadian yang timbul karena kebutuhan organism untuk berhubungan secara baik dengan dunian kenyataan (realita). Orang yang lapar mesti peril makan untuk menghhilangkan tegangan yang ada dalam dirinya.ini berarti bahwa organism harus dapat membedakan antara khayalan tentang makanan dan kenyataan tentang makanan.Disinilah letak perbedaan Das Es dan das Ich. kalau Das Es itu hanya mengenal dunia subyektif (dunia batin),maka das Ich dapat membedakan sesuatu yang handa ada didalam batin dan sesuatu yang ada di dunia luar (dunia obyektif,dunia relita)

Das Ich dapat juga dipandang sebagai aspek eksekutif kepribadian,oleh karena Das Ich ini mengontrol jalan-jalan yang ditempuh,memilih kebutuhan-kebutuhan yang dapat dipenuhi serta cara-cara memenuhinya,serta memilih obyek-obyek yang dapat memenuhi kebutuhan di dalam menjalankan fungsi ini seringlkali das Ich harus mempersatukan pertentangan-pertentangan antara Das Es dan Das Ueber Ich.

Peran utama Das ich adalah menjadi perantara antara kebutuhan-kebutuhan instinktif dengan keadaan lingkungan.

3.Das Ueber Ich

Aspek ini adalah aspek sosiologis kepribadian,merupakan wakil dari nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakat sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-anaknya,yang diajarkan berbagai perintah dan larangan. Das Ueber Ich lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan. Karena itu Das Ueber Ich dapat pula dianggal sebagai aspek moral kepribadian.Fungsinya yang pokok ialah menentukan apakah sesuatu benar atau salah,pantas atau tidak,susila atau tidak,dan dengan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.

Humanistik

Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Kehidupan keluarganya dan pengalaman hidupnya memberi pengaruh atas gagasan gagasan psikologisnya. Setelah perang dunia ke II, Maslow mulai mempertanyakan bagaimana psikolog psikolog sebelumnya tentang pikiran manusia. Walau tidak menyangkal sepenuhnya, namun ia memiliki gagasan sendiri untuk mengerti jalan pikir manusia.

Psikolog humanis percaya bahwa setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi potensi dalam dirinya, untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri. Untuk membuktikan bahwa manusia tidak hanya bereaksi terhadap situasi yang terjadi di sekelilingnya, tapi untuk mencapai sesuatu yang lebih, Maslow mempelajari seseorang dengan keadaan mental yang sehat, dibanding mempelajari seseorang dengan masalah kesehatan mental. Hal ini menggambarkan bahwa manusia baru dapat mengalami “puncak pengalamannya” saat manusia tersebut selaras dengan dirinya maupun sekitarnya. Dalam pandangan Maslow, manusia yang mengaktualisasikan dirinya, dapat memiliki banyak puncak dari pengalaman dibanding manusia yang kurang mengaktualisasi dirinya.

Hierarki Kebutuhan

Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan fisiologis/ dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
  3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Pada perkembangannya, teori ini juga mendapatkan kritik. Hal ini dikarenakan adanya sebuah loncatan pada piramida kebutuhan Maslow yang paling tinggi, yaitu kebutuhan mencapai aktualisasi diri. Kebutuhan itu sama sekali berbeda dengan keempat kebutuhan lainnya, yang secara logika mudah dimengerti. Seakan-akan ada missing link antara piramida ke-4 dengan puncak piramida. Seolah-olah terjadi lompatan logika.

Kepribadian sehat menurut humanistic :

  1. Bisa memenuhi kebutuhan fisiologisnya secara baik,tidak berlebihan.
  2. Terpenuhinya kebutuhan akan rasa aman dan tentram dalah hidupnya
  3. Terpenuhinya kebutuhan akan dicintai dan disayangi.
  4. Merasa dihargai oleh orang disekitarnya
  5. Bisa mengaktualisasikan dirinya kepada apa yang ingin dicapainya.

Behavioristik

Diprakarsai oleh John B. Watson yang lama di Universitas Johns Hopkins.

Watson menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi dan bersikeras bahwa psikologi dibatasi pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi.

Aliran Perilaku mempunyai 3 ciri penting:

  1. Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen-elemen atau bangunan perilaku
  2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari daripada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecendrungan-kecengdrungan perilaku bawaan.
  3. Ciri ketiga dari behaviorisme difokuskan pada perilaku binatang. Menurut Watson, tidak ada perbedaan esensial antara perilaku manusia dan perilaku binatang dan bahwa kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.

Pendapat Allport tentang kesehatan mental

Gordon Willard Allport (November 11, 1897 – 9 Oktober 1967) adalah seorang Amerika psikolog . Allport adalah salah satu psikolog pertama untuk fokus pada studi kepribadian, dan sering disebut sebagai salah satu tokoh pendiri psikologi kepribadian. Dia berkontribusi pada pembentukan Nilai Timbangan dan menolak baik psikoanalitik pendekatan kepribadian, yang menurutnya sering pergi terlalu dalam, dan perilaku pendekatan, yang menurutnya sering tidak masuk cukup dalam. Dia menekankan keunikan setiap individu, dan pentingnya konteks ini, sebagai lawan dari sejarah masa lalu, untuk memahami kepribadian.

Teori Sifat Allport

Allport dikenal sebagai psikolog “sifat”. Salah satu proyek awal adalah untuk pergi melalui kamus dan menemukan setiap istilah yang dia pikir bisa menggambarkan seseorang. Ini dikenal sebagai “hipotesis leksikal.” Dari sini, ia mengembangkan daftar 4500 sifat seperti kata-kata. Dia mengorganisasi ini ke dalam tiga tingkat sifat.

  1. Cardinal Trait adalah sifat yang mendominasi dan membentuk perilaku seseorang. Ini adalah jarang karena kebanyakan orang tidak memiliki tema tunggal yang membentuk hidup mereka.
  2. Central Trait merupakan karakteristik umum ditemukan di beberapa derajat pada setiap orang. Ini adalah blok bangunan dasar yang membentuk sebagian besar perilaku kita meskipun mereka tidak luar biasa sebagai sifat kardinal. Contoh dari sifat pusat akan kejujuran.
  3. Secondary Trait Ini adalah karakteristik dilihat hanya dalam keadaan tertentu (seperti tertentu seperti suka atau tidak suka yang sangat dekat teman yang mungkin Anda kenal.Mereka harus dimasukkan untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kompleksitas manusia.

Genotipe dan Fenotipe

Allport hipotesis gagasan kekuatan internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku individu. Dia memanggil kekuatan-kekuatan dan Fenotipe Genotipe. Genotipe adalah gaya dalam berhubungan dengan bagaimana seseorang mempertahankan informasi dan menggunakannya untuk berinteraksi dengan dunia luar. Fenotipe adalah kekuatan eksternal, ini berhubungan dengan cara seseorang menerima sekelilingnya dan bagaimana orang lain mempengaruhi perilaku mereka . Kekuatan-kekuatan ini menghasilkan cara-cara di mana kita berperilaku dan merupakan dasar bagi penciptaan sifat-sifat individu.

Pendapat Allport terhadap kesehatan mental

  1. Perluasaan perasaan diri

Ketika diri berkembang,maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda.

Mula-mula diri berpusat hanya pada individu.kemudian ketika lingkaran pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang abstrak.dengan kata lain,ketika orang menjadi matang,dia mengembangkan perhatian-perhatian diluar diri. Akan tetapi,tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseirang diluar diri.harus berarti bagi orang itu

1. Hubungan diri yang hangan dengan orang lain.

a)Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orangtua,anak,partner,teman akrab.Apa yang dihasilkan oleh kapasitas untuk keintiman ini adalah suatu perasaan perluasaan diri yang berkembang biak.

b) Suatu pemahaman tetntang kondisi dassar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa.

2. Keamanan Emosional

Kepribadian yang sehat mampu menerima emosi-emosi manusia. Mereka bukan tawanan dari emosi-emosi mereka,dan mereka juga tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi mereka,sehingga emosi-emosi ini tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antar pribadi.

  1. Persepsi Realistis

Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif.

Daftar Pustaka

Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Suryabrata,Sumadi. (2010). Psikologi kepribadian. Jakarta : Rajawali Pers

Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius.

Nama : Okky Yudistira

Kelas : 2PA03

NPM : 15509565

 
Leave a comment

Posted by on March 8, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: