RSS

Pandangan Islam mengenai kesehatan mental

21 Mar

Pandangan isalam mengenai kesehatan mental

 

            Dalam Islam pengembangan kesehatan jiwa terintegrasi dalam pengembangan pribadi pada umumnya, dalam artian kondisi kejiwaan yang sehat merupakan hasil sampingan (by product) dari kondisi pribadi yang matang secara emosional,intelektual dan social terutama matang pula kebutuhan dan ketakwaan terhadap Tuhan. Islam menyatakan bahwa betapa pentingnya pengembangan pribadi-pribadi meraih kualitas “urusan paripurna” yang otaknya sarat dengan ilmu yang bermanfaat, bersemayam dalam kalbunya iman dan takwa kepada Allah, sikap dan tingkah lakunya benar-benar merealisasikannya nilai-nilai keislaman yang mantap dan teguh, otaknya terpuji dan bimbingannya terhadap masyarakat membuahkan ketuhanan, rasa kesatuan, kedamaian dank ash saying. Kesan demikian pasti jiwanya pun sehat; suatu manusia yang bertipe ideal.

            Sejak dikembangkan metode-metode dalam psikoterapi, yaitu berkaitan dengan metode mistik dan spiritual, maka agama menjadi standar utama dalam setiap definisi kesehatan mental dalam konsepsi agama islam, sehingga orang-orang yang benar0benar sehat mentanya adalah orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, serta berusaha secara sadar merealisasikan sesuai dengan tuntunan agamanya. Ia secara sadar akan berupaya untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya, seperti bakat, kemampuan, sifat serta kualitas-kualitas pribadi lainnya yang positif (Bastaman, 2001;135).

            Inti utama masalah kesehatan mental menurut islam adalah bagaimana menumbuhkembangkan sifat-sifat terpuji (mahmudah) serta sekaligus menghilangkan sifat-sifat tercela (mazmumah) pada pribadi seseorang. Dalam sifat-sifat mazmumah  adalah sifat ilahiyah sedangkan sifat-sifat mazmumah ­ adalah sifat syaitaniyah. Demikian juga pandangan islam terhadap kesehatan mental antara lain dapat dilihat peran agama Islam sendiri bagi kehiduan manusia, agama Islam memberikan tugas dan tujuan bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Misalnya, tugas dan tujuan manusia di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifahnya di bumi, yaitu dengan melaksanakan konsep ibadat dan khalifah, orang yang dapat mengembangkan potensi jiwa dan memperoleh kesehatan mentalnya. Peranan ajaran islam demikian dapat membantu orang dalam mengatasi jiwanya dan mencegahnya dari gangguan kejiwaan serta membina kesehatan mental.

            Berdasarkan pemikiran diatas maka setidak-tidaknya ada empat prinsip keagamaan dan falsafah yang mendasari pandangan Islam tentang kesehatan mental. Pertama, prinsip dan falsafah tentang maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Kedua, keadaan dan sifat-sifat Allah yang hubungannya dengan sifat-sifat manusia. Ketiga, keadaan amanah dan fungsi manusia dijadikan Allah sebagai khalifah di muka bumi ini. Keempat,  perjanjian mistaq antara Allah dan manusia sewaktu dilahirkan atau masih dalam kandungan (Jaya,1994: 87). Maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia di muka bumi adalah untuk beribadah dalam pengertia yang luas kegiatannya mencakup aspek kehidupan manusia, baik bersifat itikad, pemikiran, social, Jasmani, rohani, akhlak, dan keindahan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Rochman,kholil lur. (2010), Kesehatan Mental. Purwokerto: STAIN Press.

 

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 268 other followers

%d bloggers like this: